Slank Rilis Lagu ‘Republik Fufufafa’, Kembali ke Setelan Pabrik dengan Kritik Tajam

A+A-
Reset

Grup band legendaris Slank kembali menghentak industri musik tanah air dengan merilis video musik terbaru berjudul “Republik Fufufafa” melalui platform YouTube pada Minggu, 28 Desember 2025. Peluncuran karya ini menjadi sangat istimewa karena dilakukan tepat pada momen perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-42 Slank.

Video musik yang diunggah di kanal resmi Musik Slank tersebut langsung mencuri perhatian publik karena membawa muatan kritik sosial yang sangat tajam. Dalam liriknya, Slank secara lugas menyuarakan keresahan mengenai kondisi negara yang disebut “kacau balau” serta menyentil fenomena masyarakat yang terobsesi pada kekuasaan dan perjudian.

Kehadiran “Republik Fufufafa” dipandang banyak pihak sebagai kembalinya Slank ke “setelan pabrik” sebagai band yang berani menyuarakan keresahan rakyat melalui karya musik. Ingatan publik seolah dibawa kembali pada era awal 90-an ketika Slank merilis “Apatis Blues” yang menyindir sikap masa bodoh anak muda, serta lagu “Feodal” yang mengkritik kekakuan birokrasi.

Rekam jejak Slank sebagai penyambung lidah rakyat memang sangat panjang dan konsisten di berbagai era. Selain lagu-lagu awal, mereka juga pernah merilis “Hey Bung” yang menyindir penguasa arogan di masa reformasi, hingga lagu “Gossip Jalanan” yang secara berani membongkar praktik korupsi dan mafia peradilan di Indonesia.

Langkah berani melalui lagu terbaru ini sekaligus menjawab kerinduan para Slankers yang merasa band idolanya sempat kehilangan “taring” dalam beberapa tahun terakhir. Sebelumnya, Slank memang sempat menuai pro dan kontra yang cukup tajam di tengah masyarakat saat merilis lagu berjudul “Polisi Baik Hati” yang dianggap terlalu “lembut” terhadap institusi negara.

Kontroversi tersebut sempat memicu tudingan bahwa Slank telah meninggalkan akar independensi mereka. Namun, melalui “Republik Fufufafa”, Bimbim dan kawan-kawan membuktikan bahwa naluri kritis mereka tidak luntur. Lagu-lagu seperti “Seperti Para Koruptor” dan “Punya Cinta” seolah menemukan penerusnya dalam karya satir yang lebih modern ini.

Secara visual, penampilan para personel dengan riasan wajah ala Joker dalam video musik ini mempertegas pesan satir mengenai berbagai isu sensitif di tanah air. Slank tidak ragu menyinggung masalah kesehatan masyarakat seperti stunting hingga menyindir tingkat literasi atau IQ rata-rata masyarakat yang dianggap memprihatinkan.

Kembalinya gaya penulisan lirik yang “pedas” ini memberikan warna segar di tengah perkembangan musik nasional yang saat ini jarang menyentuh isu-isu kenegaraan secara gamblang. Hanya dalam waktu singkat setelah dirilis, video ini segera dibanjiri ribuan komentar dan telah ditonton oleh ratusan ribu pengguna YouTube secara organik.

Rilisnya single ini sekaligus menjadi penanda bahwa Slank masih menjadi salah satu kekuatan besar dalam menyuarakan kritik sosial melalui karya seni di usia mereka yang ke-42. Hingga kini, “Republik Fufufafa” terus menjadi bahan perbincangan hangat di media sosial dan mulai merangkak naik ke dalam jajaran video trending utama di kategori musik nasional.

Tinggalkan Komentar! Mari Berdikusi

Catatan:
Dengan mengisi formulir ini, Anda setuju dengan penyimpanan dan penanganan data Anda oleh EPOCHSTREAM. Kami tentu menjamin kerahasiaan dan keamanan data Anda sesuai peraturan yang berlaku. Selengkapnya, baca Kebijakan Privasi dan Ketentuan Layanan kami.

ARTIKEL TERKAIT