KBRI Tehran Imbau WNI Waspadai Serangan Israel-AS

A+A-
Reset

Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Tehran mengeluarkan imbauan resmi kepada seluruh Warga Negara Indonesia (WNI) yang berada di Iran pada Sabtu, 28 Februari 2026. Langkah darurat ini diambil menyusul terjadinya serangan gabungan Israel dan Amerika Serikat (AS) ke sejumlah wilayah Iran.

“Tingkatkan Kewaspadaan: Tetap tenang dan segera ambil langkah konkret untuk mengamankan diri serta keluarga di kediaman masing-masing,” demikian dikutip dari pernyataan resmi KBRI Tehran yang diunggah di Instagram.

Selain faktor keamanan fisik, KBRI Tehran juga menekankan pentingnya komunikasi aktif melalui grup-grup koordinasi yang telah tersedia di tiap wilayah. Seluruh WNI diharapkan terus memberikan pembaruan informasi mengenai situasi keamanan di sekitar lokasinya secara rutin kepada pihak perwakilan.

Pihak kedutaan memastikan bahwa pemantauan situasi terus dilakukan secara intensif dengan seluruh simpul WNI di berbagai titik. Upaya ini dilakukan agar otoritas dapat “mengambil keputusan strategis lebih lanjut sesuai perkembangan keadaan” yang terjadi di sejumlah wilayah Tanah Persia.

Selama masa genting ini, setiap WNI diinstruksikan untuk selalu kooperatif dan mematuhi aturan serta arahan dari otoritas keamanan setempat. Kepatuhan terhadap regulasi lokal dianggap sangat krusial untuk menjamin keselamatan warga asing di tengah situasi yang tidak menentu.

Sebagai langkah antisipasi terakhir atas kondisi tersebut, KBRI Tehran telah menyiagakan saluran hotline yang dapat dihubungi dalam kondisi mendesak. “Menghubungi hotline KBRI Tehran di nomor +98 902 466 8889 sekiranya berada dalam situasi darurat,” tutup imbaun KBRI Tehran.

Sebagaimana diketahui, Israel dan AS melancarkan serangan udara masif ke Iran pada Sabtu pagi, 28 Februari 2026, yang memicu ledakan hebat di Teheran. Serangan ini dilaporkan menghantam berbagai situs militer hingga infrastruktur sipil, termasuk sebuah sekolah dasar di Minab yang menewaskan puluhan orang.

Presiden AS, Donald Trump, mengeklaim bahwa serangan tersebut bertujuan melenyapkan ancaman dari rezim Iran demi membela kepentingan rakyat Amerika. Sebaliknya, Teheran kini bersiap melakukan aksi balasan yang menghancurkan dan menyatakan seluruh aset AS serta Israel di Timur Tengah sebagai target sah.

Eskalasi perang ini dengan cepat meluas hingga ke negara-negara Teluk Arab seperti Qatar, Kuwait, Uni Emirat Arab (UEA), dan Bahrain. Iran dilaporkan sengaja menyeret negara-negara kawasan ke dalam konflik guna menekan Washington agar segera menghentikan peperangan yang sedang berlangsung.

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, turut menyebut serangan ini sebagai langkah untuk melenyapkan ancaman eksistensial terhadap negaranya. Akibat gempuran udara dan laut yang masif tersebut, jaringan komunikasi di ibu kota Iran dilaporkan mengalami gangguan parah yang membuat warga terisolasi.

Di sisi lain, Israel telah menetapkan status darurat nasional serta menutup seluruh ruang udara bagi penerbangan sipil guna mengantisipasi serangan balasan Iran. Beberapa pengamat menilai serangan ini sengaja dilancarkan untuk merusak jalur negosiasi yang sebenarnya sedang diupayakan kedua belah pihak.

Tinggalkan Komentar! Mari Berdiskusi

Catatan:
Dengan mengisi formulir ini, Anda setuju dengan penyimpanan dan penanganan data Anda oleh EPOCHSTREAM. Kami tentu menjamin kerahasiaan dan keamanan data Anda sesuai peraturan yang berlaku. Selengkapnya, baca Kebijakan Privasi dan Ketentuan Layanan kami.

ARTIKEL TERKAIT