JCS Tegaskan Kolaborasi Nyata Kota Kreatif DIY

A+A-
Reset

Jogja Creative Society (JCS), anggota jejaring Indonesia Creative Cities Network (ICCN), menggelar Rapat Koordinasi Awal Tahun pada Selasa, 10 Februari 2026. Pertemuan yang berlangsung di Sleman Creative Space ini menjadi momentum untuk konsolidasi gagasan serta penajaman arah strategis ekosistem kota kreatif di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Rapat ini dihadiri oleh para penggerak lintas disiplin yang memiliki rekam jejak panjang dalam pengembangan ekonomi kreatif nasional. Nama-nama besar seperti M. Arief Budiman, Greg Wuryanto, Aan Fikriyan, hingga akademisi Suwarno Wisetrotomo turut hadir memberikan sumbangsih pemikiran.

Dalam forum tersebut, JCS memaparkan laporan program kemitraan strategis yang telah dijalankan bersama berbagai pemerintah daerah di Indonesia. Pendampingan ini mencakup penguatan ekosistem, pembentukan komite ekonomi kreatif, hingga penyusunan regulasi daerah yang menjadi landasan hukum bagi kota kreatif.

Model pendampingan tersebut menegaskan posisi JCS sebagai mitra dialog sekaligus laboratorium urban yang menjembatani berbagai pemangku kepentingan. Kolaborasi ini melibatkan sinergi antara pemerintah, komunitas, akademisi, hingga pelaku usaha demi terciptanya dampak ekonomi yang nyata.

Ketua JCS, Dr. (Ing.) Greg Wuryanto, S.T., M.Arch., menegaskan bahwa JCS harus tetap menjaga posisi strategisnya di dua ranah secara simultan. Ia menekankan pentingnya peran JCS sebagai mitra pemerintah sekaligus bagian organik yang tumbuh bersama komunitas kreatif.

“Harapan kami, JCS mampu berdiri di tengah sebagai jembatan. Kita harus tetap kritis dan konstruktif terhadap kebijakan publik, namun juga tetap membumi bersama komunitas. Kekuatan kota kreatif ada pada kolaborasi. JCS ingin memastikan bahwa dialog antara pemerintah dan komunitas kreatif tidak hanya terjadi di forum formal, tetapi benar-benar melahirkan kebijakan dan program yang berdampak,” ujarnya.

Rapat tersebut juga menyoroti keberhasilan JCS dalam mengawal lahirnya Komite Ekraf Kota Yogyakarta REKA YK dan program KaTa Kreatif Kemenparekraf. Keterlibatan aktif ini menunjukkan kesinambungan peran jejaring ICCN dalam memperkuat posisi daerah sebagai simpul pertumbuhan kreatif berbasis komunitas.

Sekretaris Jenderal JCS, Ahmad Noor Arief, menambahkan bahwa fokus utama pada tahun 2026 adalah penguatan jejaring di wilayah DIY dan optimalisasi kolaborator strategis. Langkah ini bertujuan untuk mereplikasi model kolaborasi sukses, seperti yang telah dilakukan bersama Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Sleman Creative Space.

“Pengembangan jejaring di DIY menjadi prioritas kami, baik dengan pemerintah kabupaten/kota maupun dengan komunitas lintas subsektor. Kami juga ingin mengoptimalkan kolaborator JCS seperti Sleman Creative Space, yang sejak 2017 berhasil dirintis bersama Pemerintah Kabupaten Sleman sebagai hub kreatif. Model kolaborasi ini perlu terus diperkuat dan direplikasi,” jelasnya.

Memasuki tahun 2026, JCS telah merumuskan langkah strategis untuk memperkuat kemitraan dengan seluruh kabupaten dan kota di DIY. Optimalisasi hub kolaborasi menjadi prioritas utama guna menyediakan ruang inkubasi, produksi, hingga presentasi karya bagi para pelaku kreatif lintas subsektor.

Selain itu, JCS akan kembali menggulirkan forum “Urun Rembug Kebudayaan” sebagai ruang dialog terbuka bagi arah masa depan kreativitas Yogyakarta. Inisiatif ini nantinya akan dituangkan dalam dokumen konseptual Buku Strategi Kebudayaan yang berbasis pada praktik lapangan dan pengalaman jejaring.

Sebagai bentuk penghormatan, JCS juga merencanakan ziarah ke makam para tokoh pendiri, yakni KRMT Indro “Kimpling” Suseno dan Hanitianto Joedo. Agenda ini merupakan bentuk apresiasi atas dedikasi dan warisan gagasan mereka yang telah membangun fondasi kuat bagi gerakan kreatif di Yogyakarta.

Didirikan pada akhir tahun 2015, JCS terus membawa visi “Mitayani, Migunani, Mrantasi” untuk mewujudkan Yogyakarta sebagai zona kreatif dunia. Sejak awal, lembaga ini aktif mendorong terbentuknya ekosistem ekonomi kreatif melalui berbagai konferensi internasional dan forum strategis kebudayaan.

Melalui rapat koordinasi ini, JCS menegaskan komitmennya untuk terus mengawal pembangunan nasional berbasis kreativitas dan kolaborasi hexa-helix. Praktik baik yang dihasilkan diharapkan menjadi model pengembangan kota kreatif yang adaptif, inklusif, serta berkelanjutan bagi daerah lain.

Tinggalkan Komentar! Mari Berdiskusi

Catatan:
Dengan mengisi formulir ini, Anda setuju dengan penyimpanan dan penanganan data Anda oleh EPOCHSTREAM. Kami tentu menjamin kerahasiaan dan keamanan data Anda sesuai peraturan yang berlaku. Selengkapnya, baca Kebijakan Privasi dan Ketentuan Layanan kami.

ARTIKEL TERKAIT