Beredar sebuah video melalui akun TikTok bernama alexxagokilnews pada Sabtu, 10 Januari 2026, yang mengeklaim bahwa Sidoarjo luluh lantak akibat terjangan badai tornado dengan kecepatan 195 km per jam. Video tersebut memperlihatkan cuplikan pusaran angin besar dan kehancuran gedung yang diklaim terjadi hari itu.
Hingga saat ini, unggahan tersebut telah mendapatkan perhatian luas dari warganet dengan puluhan ribu suka dan ribuan komentar yang menunjukkan kekhawatiran masyarakat. Dari pantauan di kolom komentar, tak sedikit warganet yang percaya. Namun, ada pula yang mempertanyakan keaslian lokasi dari video tersebut.
Lantas, benarkah Sidoarjo luluh lantak akibat tornado pada 10 Januari 2026? Mari kita bedah faktanya.
Pemeriksaan Fakta
Berdasarkan hasil penelusuran Tim CEK FAKTA by EPOCHSTREAM dengan pencarian gambar menggunakan Google Lens, ditemukan video serupa dari akun Instagram infolamongan yang diunggah pada Rabu, 21 Februari 2024. Konteks asli dokumentasi tersebut adalah momen angin puting beliung yang muncul di wilayah Rancaekek, Kabupaten Bandung dan sebagian wilayah Sumedang, bukan di Sidoarjo.
Kemudian, merujuk pemberitaan dari kanal YouTube “KOMPASTV”, Sidoarjo (khususnya kawasan Bandara Internasional Juanda) memang sempat diterjang angin puting beliung dengan kecepatan 46 knot atau setara 90 kilometer per jam pada Kamis, 8 Januari 2026. Namun, intensitasnya tidak mencapai kecepatan 195 km per jam seperti narasi yang dalam video yang disebarkan oleh akun TikTok tersebut.
Sementara itu, berdasarkan prakiraan cuaca yang dirilis BMKG pada Sabtu, 10 Januari 2026 menyebutkan bahwa Sidoarjo hanya mengalami hujan ringan dengan suhu 24-31 derajat celcius. Tidak ditemukan informasi resmi mengenai bencana angin puting beliung atau tornado pada hari tersebut.
Kesimpulan
Berdasarkan tujuh klasifikasi hoaks versi First Draft, unggahan tersebut masuk dalam kategori FALSE CONTEXT (Konteks yang Salah). Hal ini dikarenakan video tersebut menggunakan dokumentasi asli dari peristiwa di masa lalu (Rancaekek, 2024) untuk menarasikan kejadian yang tidak benar di lokasi dan waktu yang berbeda.
Dengan demikian, narasi bahwa Sidoarjo luluh lantak akibat badai tornado 195 km per jam pada 10 Januari 2026 adalah SALAH. Masyarakat diimbau untuk selalu memverifikasi informasi cuaca melalui kanal resmi BMKG dan tidak mudah terperdaya oleh konten yang disajikan secara dramatis tanpa sumber yang jelas.




