Pertempuran sengit bakal tersaji dalam ajang AFC Futsal Asian Cup™ Indonesia 2026 yang dijadwalkan bergulir pada Selasa, 27 Januari 2026. Sebanyak 16 negara yang akan berlaga telah mematangkan komposisi skuat mereka, membawa deretan pemain terbaik demi ambisi menguasai takhta tertinggi di benua Asia dalam edisi ke-18 ini.
Menjelang laga pembuka AFC Futsal Asian Cup™ Indonesia 2026, persaingan individu diprediksi akan seketat persaingan antar tim, di mana setiap kontestan memiliki sosok protagonis yang menjadi ruh permainan mereka. Berikut adalah profil singkat para pemain kunci dari setiap grup yang patut menjadi pantauan utama:

Grup A
Syauqi Saud (Indonesia):
Publik tuan rumah menaruh harapan besar pada pundak Syauqi Saud untuk memimpin serangan tim Garuda di Indonesia Arena. Pemain berusia 29 tahun ini memiliki reputasi mentereng sebagai pilar yang membawa Indonesia melaju ke perempat final edisi 2022 serta menjadi aktor kunci dalam raihan medali emas SEA Games 2025.
Salim Kadhim (Irak):
Irak membawa misi besar bersama Salim Kadhim yang sedang dalam tren positif setelah tampil impresif sepanjang babak kualifikasi. Keberhasilannya mencetak lima gol yang membawa Irak menjuarai Grup D kualifikasi menjadi sinyal bahaya bagi pertahanan lawan-lawannya di Grup A.
Shokhrukh Makhmadaminov (Kirgistan):
Kirgistan akan mengandalkan ketenangan sang veteran, Makhmadaminov, yang telah mencicipi atmosfer putaran final sejak edisi 2020. Ketajamannya belum memudar, terbukti dengan torehan tiga gol di kualifikasi yang memastikan negaranya berangkat ke Jakarta sebagai pemuncak grup.
Lee Jun-won (Korea Selatan):
Meski telah menginjak usia 32 tahun, Lee Jun-won baru akan merasakan debutnya di putaran final kali ini bersama Korea Selatan. Penggawa Gyeonggi LBFS ini merupakan pemain kepercayaan pelatih yang selalu tampil sebagai starter sepanjang kualifikasi untuk menjaga keseimbangan tim.

Grup B
Muhammad Osamanmusa (Thailand):
Thailand diprediksi akan tampil mengerikan berkat kehadiran “permata” mereka, Muhammad Osamanmusa, yang kini merumput di liga terbaik dunia bersama FS Cartagena di Spanyol. Torehan enam golnya di kualifikasi membuktikan bahwa ia adalah salah satu penyerang paling mematikan di Asia saat ini.
Nguyen Thinh Phat (Vietnam):
Vietnam kembali berupaya menembus tembok semifinal dengan mengandalkan Nguyen Thinh Phat sebagai mesin gol utama. Pemain andalan TSN HCMC ini sedang berada dalam kondisi fisik dan mental yang prima setelah mengemas lima gol di babak kualifikasi.
Saleh Alfadhel (Kuwait):
Harapan Kuwait untuk bangkit dari kegagalan edisi lalu bertumpu pada kaki Saleh Alfadhel yang dikenal memiliki visi bermain luar biasa. Pengalaman pemain berusia 31 tahun ini sangat krusial, terutama setelah ia sukses menyumbang empat gol penting di fase kualifikasi.
Karim Joueidi (Lebanon):
Lini pertahanan Lebanon akan dikawal oleh Karim Joueidi, kiper tangguh yang baru saja membawa klubnya menjuarai liga domestik. Refleks dan kepemimpinannya di bawah mistar gawang akan menjadi ujian berat bagi para penyerang lawan di Grup B.

Grup C
Yusei Arai (Jepang):
Setelah tragedi tersingkir di fase grup pada edisi sebelumnya, Jepang membawa misi balas dendam yang dipimpin oleh Yusei Arai. Sang pemain bertekad membuktikan bahwa Jepang masih merupakan penguasa futsal Asia dengan mengincar trofi kelima mereka.
Elbek Tulkinov (Uzbekistan):
Uzbekistan tetap menjadi ancaman serius berkat kepemimpinan Elbek Tulkinov di lapangan tengah. Pengalamannya yang hampir menjegal Iran di edisi lalu menjadikannya sosok yang paling diwaspadai di Grup C untuk membawa timnya melangkah lebih jauh.
Idris Yorov (Tajikistan):
Tajikistan siap melanjutkan kejutan mereka sebagai semifinalis edisi 2024 dengan mengandalkan Idris Yorov yang tampil meledak di kualifikasi. Penyerang berusia 26 tahun ini merupakan simbol kebangkitan futsal Tajikistan dalam beberapa tahun terakhir.
Cesar Casado Rubio (Australia):
Sebagai satu-satunya penggawa Australia yang berkarier di Spanyol, Cesar Casado Rubio menjadi harapan baru bagi tim Negeri Kanguru. Pengalamannya berkompetisi di Eropa diharapkan mampu mengangkat level permainan Australia yang kembali tampil di putaran final.

Grup D
Bagher Mohammadi (Iran):
Ambisi Iran untuk meraih gelar ke-14 mendapat suntikan kekuatan dengan kembalinya Bagher Mohammadi, sang kiper terbaik Asia 2024. Kehadirannya akan memberikan rasa aman luar biasa bagi lini belakang sang juara bertahan untuk tetap mendominasi Asia.
Mohammad Moradi (Afghanistan):
Afghanistan yang kini menjelma menjadi kekuatan baru di Asia akan kembali bertumpu pada dinamisme Mohammad Moradi. Setelah sukses di Piala Dunia Futsal 2024, Moradi diharapkan bisa membawa timnya melampaui pencapaian perempat final edisi lalu.
Fahad Rudyani (Arab Saudi):
Kehadiran Fahad Rudyani menjadi angin segar bagi Arab Saudi setelah sang pemain sempat absen pada edisi sebelumnya. Bintang milik klub Al-Ula ini memiliki kecepatan dan teknik yang bisa menjadi kunci keberhasilan Arab Saudi melaju ke babak sistem gugur.
Awalluddin Nawi (Malaysia):
Kembalinya Malaysia ke panggung tertinggi futsal Asia tak lepas dari jasa Awalluddin Nawi yang mencetak gol kemenangan di babak kualifikasi. Ketajamannya di kotak penalti lawan akan menjadi senjata utama Harimau Malaya untuk bersaing di grup yang sangat kompetitif.




