Israel dan Amerika Serikat (AS) melancarkan serangan ke wilayah Iran pada Sabtu pagi, 28 Februari 2026. Dua pejabat AS mengonfirmasi kepada ABC News bahwa operasi militer tersebut sedang berlangsung dan dikategorikan sebagai serangan berskala besar.
Situasi di Teheran dilaporkan mencekam setelah serangkaian ledakan mengguncang ibu kota Iran tersebut. Saksi mata menyampaikan kepada ABC News bahwa kepulan asap tampak membumbung tinggi menyusul serangan pencegahan (preemptive strike) dari Israel.
Warga setempat menuturkan kepada ABC News bahwa ledakan terjadi dalam dua gelombang sejak pagi hari. Ledakan kedua dilaporkan terjadi sekitar pukul 10.00 waktu setempat, memicu kekhawatiran akan eskalasi konflik yang lebih luas.
Merespons situasi ini, Kedutaan Besar Amerika Serikat di Qatar segera mengeluarkan perintah berlindung bagi seluruh personel dan warga negaranya. Pihak kedutaan menginstruksikan warga Amerika untuk tetap berada di lokasi aman.
Sementara itu, sirene serangan udara dibunyikan di berbagai kota di Israel sebagai langkah antisipasi terhadap potensi serangan balasan. Kementerian Transportasi Israel pun telah mengonfirmasi penutupan seluruh ruang udara nasional demi alasan keamanan.




