Festival Mbois 10 (FMX) secara resmi dibuka di Malang Creative Center (MCC), Kota Malang, Jawa Timur, pada Kamis, 6 November 2025. Pembukaan FMX ini sekaligus menjadi penanda dimulainya agenda utama dalam rangkaian Indonesia Creative Cities Festival (ICCF) 2025, program tahunan Indonesia Creative Cities Network (ICCN) yang tahun ini mengusung tema Nusantaraya – Senyawa Malang Raya.
Selama empat hari ke depan, hingga 9 November 2025, FMX akan jadi kancah kolaborasi lintas sektor lewat berbagai kegiatan ekonomi kreatif. Ajang tahunan yang digagas Malang Creative Fusion (MCF) ini bukan sekadar acara biasa, namun sebuah wadah yang menyatukan berbagai elemen, mulai dari pelaku ekonomi kreatif, komunitas, pemerintah, dunia usaha, hingga jejaring kota kreatif Indonesia (ICCN) dari penjuru Nusantara.
Perayaan kreativitas yang telah menginjak satu dekade ini terasa semakin spesial. Pada tanggal 31 Oktober 2025, Kota Malang resmi dinobatkan sebagai anggota UNESCO Creative Cities Network (UCCN) 2025 untuk bidang Media Arts. Prestasi ini mengukuhkan posisi Kota Malang di panggung dunia, sekaligus menjadi momentum emas untuk memperkuat identitas lokal melalui inovasi, seni, dan kolaborasi digital.
Capaian Kota Malang itu pun turut menjadi kebanggaan Bank Negara Indonesia (BNI), sebuah bank BUMN (Badan Usaha Milik Negara). Hal tersebut disampaikan oleh Soesetyo Priharjanto, Regional Chief Executive Officer (RCEO) BNI Kantor Wilayah 18, dalam sambutannya saat acara pembukaan FMX. ”Suatu kehormatan buat kami, BNI, dapat turut serta jadi bagian dari ICCF dan Festival Mbois 10,” ungkapnya.
Soesetyo menambahkan bahwa tema “Nusantaraya – Senyawa Malang Raya” juga sangat relevan dengan kondisi saat ini yang menempatkan kolaborasi sebagai tantangan utamanya. Oleh karena itu, ia mengungkapkan bahwa BNI akan terus berupaya mendukung kegiatan ekonomi kreatif di Malang Raya. Sebab, ujarnya, semangat kreativitas dan sinergi dengan para pelaku industri kreatif ini penting dalam meningkatkan perekonomian masyarakat.
Ia pun menekankan bahwa gelaran FMX di MCC yang menyajikan berbagai kegiatan ekonomi kreatif ini perlu dimanfaatkan dengan sebaik mungkin untuk saling berkolaborasi dan bersinergi. ”Industri kreatif ini salah satu yang fundamental ke depannya. Insyaallah, ada beberapa inisiatif yang tadi disampaikan oleh Pak Eko (Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan Kota Malang) akan kita jalankan,” ujarnya.
Tak hanya itu, dengan memiliki perwakilan ekspor yang cukup banyak di luar negeri, ia menyebutkan bahwa BNI siap membantu para pelaku industri kreatif di Malang Raya yang ingin melakukan ekspor ke berbagai negara. Saat ini, kata dia, BNI memiliki perwakilan di sembilan negara. Di antaranya Tokyo, Hong Kong, Sydney, Amerika Serikat, serta yang terbaru adalah Amsterdam dan Seoul. ”Jadi, kami berharap dengan keikutsertaan BNI ini bisa cukup membantu Bapak/Ibu (pelaku ekonomi kreatif) ke depan,” katanya.
Terakhir, dengan melihat berbagai kegiatan ekonomi kreatif yang tersebar mulai dari lantai 1 hingga lantai 7 di MCC, Soesetyo pun mengajak masyarakat untuk meramaikan kegiatan FMX selama empat hari ke depan. ”Ayo kita gaungkan agar lebih ramai dan teman-teman aware (peduli). Katakan bahwa pelaku industri kreatif ini sangat keren,” tuturnya. ”Selamat dan sukses atas digelarnya ICCF 2025 atau Festival Mbois 10 ini.”
Untuk diketahui, Festival Mbois 10 akan berlangsung selama empat hari mulai 6 hingga 9 November 2025. Berbagai kegiatan inspiratif dan menarik seperti Exhibition & Showcase Komunitas, Bazar Ekonomi Kreatif, dan Festival Keris, Mbois Noise Fest 2025, hingga Festival Music akan meramaikan acara tahunan ini.
Sedangkan untuk sesi berbagi ilmu dan wawasan, FMX juga menyelenggarakan Mbois Talk, berbagai Workshop & Sharing Session, dan International Conference (ICCF 2025) yang akan dihadiri tokoh-tokoh nasional serta masih banyak kegiatan menarik lainnya.



