Di era digital, generasi muda dihadapkan pada dua jalan besar. Satu jalan menawarkan kebebasan finansial instan lewat dunia trading, investasi kripto, dan/ atau saham online. Jalan lainnya menuntut kesabaran: menempuh pendidikan panjang, mendalami ilmu, membangun jejaring, lalu memetik hasil di masa depan.
Fenomena pamer “cuan cepat” kerap menghiasi lini masa. Anak muda menunjukkan tumpukan uang hasil transaksi daring, seakan sukses bisa diraih hanya dengan sentuhan jari. Namun, dibalik sorot kamera, jalan ini penuh ketidakpastian. Pasar keuangan bergerak liar, keuntungan besar bisa berubah jadi kerugian sekejap. Tak sedikit yang tergoda euforia lalu terseret arus, tanpa bekal literasi keuangan yang memadai.
Sebaliknya, jalur pendidikan tetap memiliki daya tahan panjang. Gelar akademik, prestasi, dan pengalaman profesional memberi legitimasi sosial sekaligus stabilitas karier. Pendidikan memang tidak memberi hasil secepat trading, tapi membuka pintu ke dunia global: perusahaan multinasional, lembaga internasional, hingga kesempatan berkontribusi dalam kebijakan publik.
Pertanyaan yang muncul: apakah kita harus memilih salah satu? Mungkin jawabannya justru ada di titik tengah. Pendidikan bisa menjadi fondasi agar cuan dikelola lebih bijak, sementara keberanian mengambil risiko di pasar finansial bisa memperkaya pengalaman hidup. Ilmu memberi arah, uang memberi daya, dan karakter menjaga keseimbangan.
Sukses di abad ini bukan sekadar tentang saldo rekening atau panjangnya deretan gelar. Lebih dari itu, sukses adalah kemampuan menyeimbangkan keduanya: memiliki kecakapan finansial tanpa kehilangan integritas, meraih prestasi akademik dan bermanfaat bagi masyarakat luas.
Akhirnya, pilihan hidup selalu ada di tangan kita. Apakah kita ingin cepat kaya namun rapuh, atau berjalan pelan tapi kokoh? Atau, lebih bijak lagi, menjahit keduanya menjadi satu jalan: pendidikan sebagai pijakan, cuan sebagai bekal, dan karakter sebagai penuntun arah.
—
Antara Pendidikan dan Cuan
1. Dua Jalan Besar
> Cuan Instan: Trading saham, forex, kripto cepat untung, cepat rugi.
> Pendidikan Berjenjang: Gelar, jejaring, karier, stabil, tapi butuh waktu & pengalaman
2. Kelebihan & Risiko
Cuan Instan:
> Kebebasan finansial cepat
> Modal relatif kecil
> Risiko tinggi & fluktuatif
> Rentan mental stress & FOMO
Pendidikan:
> Fondasi ilmu & reputasi
> Stabilitas karier jangka panjang
> Biaya besar & butuh waktu
> Tidak langsung menghasilkan uang
3. Data Pendukung
> 57% investor pasar modal Indonesia berusia < 30 tahun (KSEI, 2023).
> Indeks literasi keuangan baru 49,68% (OJK, 2022).
> Pendidikan tinggi tiket karier global & institusi internasional.
4. Jalan Tengah
> Pendidikan: pijakan
> Cuan: bekal keterampilan
> Karakter: penentu arah
5. Refleksi Akhir
> Kaya cepat bisa rapuh tanpa ilmu.
> Gelar panjang bisa kosong tanpa praktik.
> Meramu keduanya adalah kunci sukses berkelanjutan.



