Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif memperkuat rencana aksi pengembangan ekonomi dari tingkat daerah melalui pertemuan strategis bersama Indonesia Creative Cities Network (ICCN). Pembahasan tersebut difokuskan pada sinergi program pemerintah dengan jejaring kota kreatif dalam memperkukuh ekosistem ekonomi kreatif nasional.
“Kami melihat ICCN telah menjadi mitra strategis dari kementerian, karena passion dan keseriusan dari pengurusnya, baik pusat hingga daerah. Memang mencerminkan pemahaman, tidak hanya sekadar euforia saja tetapi pemahaman yang bisa ditransformasikan ke dalam data,” ujar Menteri Ekraf Teuku Riefky dalam audiensi di Jakarta, Kamis, 12 Februari 2026.
Dalam pertemuan tersebut, ICCN memaparkan berbagai inisiatif mandiri yang selaras dengan agenda kementerian, terutama dalam mendukung implementasi kebijakan di daerah. Kehadiran ICCN dinilai mampu memperluas jangkauan program kementerian melalui jaringan anggotanya yang tersebar luas di berbagai provinsi.
Menteri Ekraf Teuku Riefky menambahkan bahwa luasnya sebaran anggota ICCN diharapkan dapat mempercepat pelaksanaan program kerja di berbagai wilayah secara efektif. Pendekatan berbasis data dan kolaborasi lintas pemangku kepentingan dianggap sebagai kunci utama dalam memperkuat daya saing ekonomi kreatif daerah.
Sementara itu, Ketua Umum ICCN, TB. Fiki C. Satari, menjelaskan bahwa organisasi tersebut kini telah memiliki 628 tim korda yang tersebar di 38 provinsi di Indonesia. ICCN juga telah menyelaraskan enam kedeputiannya dengan klaster program kerja Kementerian Ekraf untuk memudahkan sinkronisasi kebijakan.
“Kompas Navigasi Kebijakan Ekonomi Kreatif ini bertujuan memetakan potensi, tantangan, serta karakteristik setiap kabupaten dan kota. Peta ini menavigasi pemerintah dan pemangku kepentingan mengenai siapa melakukan apa, bagaimana, dan kapan, termasuk jenis intervensi yang dibutuhkan dari sisi SDM, insentif, riset, maupun kebijakan,” ujarnya.
Melalui platform Kompas Navigasi tersebut, ICCN merekomendasikan rencana aksi transformasi yang mencakup penguatan fondasi ekosistem hingga akselerasi pada kuadran arsitektur dan seni pertunjukan. Fokus intervensi juga diarahkan pada transformasi subsektor potensial seperti kuliner, kriya, dan fesyen agar lebih berkembang.
Pemerintah melalui Kementerian Ekraf kembali menegaskan komitmennya untuk membangun ekosistem kreatif yang terintegrasi dan berbasis data demi pertumbuhan ekonomi nasional. Kemitraan ini diharapkan dapat menciptakan keberlanjutan ekonomi yang dimulai dari potensi unik setiap daerah.
Audiensi ini dihadiri oleh jajaran pimpinan pusat ICCN seperti Ketua Harian Vicky Arief Herinadharma hingga Bendahara Umum Andre Dubari. Kehadiran para deputi dalam pertemuan ini memperkuat koordinasi teknis yang akan dilakukan antara jejaring komunitas dengan pihak kementerian.
Di sisi lain, Menteri Teuku Riefky didampingi oleh staf khusus, beberapa direktur fasilitas, serta tenaga ahli menteri dalam menerima kunjungan tersebut. Pertemuan diakhiri dengan kesepahaman untuk terus mengawal rencana aksi pengembangan ekonomi kreatif secara kolaboratif.




