Tropical Forest resmi meluncurkan video musik terbaru mereka yang berjudul “Mikro Plastik” tepat pada Hari Pendidikan Internasional, Sabtu, 24 Januari 2026. Peluncuran ini menjadi momentum penting bagi band Reggae asal Kota Malang ini untuk mengedukasi masyarakat mengenai ancaman polusi partikel plastik yang kian mengkhawatirkan.
Video musik ini merupakan visualisasi dari lagu “Mikro Plastik” yang sebelumnya telah dirilis sebagai bentuk keresahan Tropical Forest terhadap kondisi lingkungan saat ini. Melalui karya audio visual ini, mereka menggambarkan bagaimana partikel plastik kecil telah menyusup ke dalam rantai makanan dan mengancam kesehatan makhluk hidup.
Produksi video musik ini digarap oleh Hypno Creative Media dengan melibatkan Eko Polenk sebagai Sutradara sekaligus Director of Photography (DOP). Proyek ambisius ini merupakan bagian dari program AKTIF (Akselerasi Kreatif) 2025 yang didukung penuh oleh Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia.
Dalam video tersebut, Unyil (vokalis) berperan sebagai “Manusia Masa Depan” yang menyaksikan dampak kerusakan alam akibat sampah plastik yang tak terbendung. Penekanan visual pada partikel kecil yang mengalir di sungai hingga udara mempertegas pesan lirik bahwa polusi ini telah menembus batas-batas ekosistem.
Tropical Forest menggunakan momentum Hari Pendidikan Internasional untuk memberikan edukasi moral tentang pentingnya perbaikan tata kelola persampahan di Indonesia. Pesan tegas tersebut tertuang dalam lirik, “Jangan kau tunggu mereka takkan berhenti, daur ulang untuk masa depan anak cucumu nanti,” sebagai seruan aksi nyata bagi pemirsanya.
Mereka menegaskan bahwa tindakan daur ulang bukan sekadar pilihan gaya hidup, melainkan kewajiban moral demi melindungi bumi dari kehancuran tak berbatas. Partikel mikro yang terpecah dari botol bekas ini kini telah mengontaminasi sumber kehidupan, mulai dari laut, sungai, hingga udara yang kita hirup sehari-hari.
Keberhasilan produksi ini tidak lepas dari dukungan kurator program AKTIF Jawa Timur, Muhammad Anwar, yang memastikan standar kualitas visual tetap terjaga. Kolaborasi antara pelaku kreatif dan pemerintah ini diharapkan mampu memperluas jangkauan pesan “Salam Lestari” ke seluruh pelosok Nusantara melalui kekuatan media digital.
Dukungan luas juga mengalir dari berbagai instansi daerah, mulai dari Pemerintah Kota (Pemkot) Batu, Kota Malang, hingga Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur. Sinergi ini menunjukkan bahwa isu lingkungan hidup melalui media musik Reggae mendapatkan perhatian serius dari para pemangku kebijakan nasional dan daerah.
Bagi Tropical Forest, video musik “Mikro Plastik” adalah bukti konsistensi mereka sebagai musisi indie yang tetap setia pada jalur kritik lingkungan sejak tahun 2003. Karya ini menambah panjang deretan diskografi berkualitas mereka setelah sebelumnya sukses merilis berbagai album dan single kolaborasi, termasuk bersama Ras Muhamad.
Melalui peluncuran resmi ini, Tropical Forest berharap “Mikro Plastik” menjadi instrumen perubahan perilaku masyarakat dalam menjaga kelestarian bumi. Penonton kini dapat menyaksikan langsung karya tersebut melalui kanal YouTube resmi Tropical Forest Indonesia sebagai bagian dari aksi nyata penyelamatan lingkungan global.




