Pelatih kepala Iran, Vahid Shamsaee, mengaku bangga bisa memberikan kebahagiaan bagi negaranya dengan menyabet gelar juara AFC Futsal Asian Cup™ Indonesia 2026. Meski harus bersusah payah menundukkan perlawanan sengit tuan rumah Indonesia, Shamsaee menilai keberhasilan ini merupakan bukti dedikasi timnya untuk negara.
Laga final Piala Asia Futsal 2026 tersebut memang menjadi ujian berat bagi Iran karena sempat tertinggal tiga kali dari Indonesia yang tampil mengejutkan sebagai finalis baru. Namun, mentalitas juara tim Asia Tengah ini terbukti mampu meredam tekanan hingga akhirnya sukses mengunci gelar ke-14 mereka melalui drama adu penalti.
“Sangat sulit dalam situasi ini untuk mengatakan apakah saya senang atau tidak senang,” ungkap Shamsaee dalam keterangannya sebagaimana dikutip dari laman resmi AFC. “Banyak insiden terjadi selama turnamen, namun saya percaya bahwa futsal adalah olahraga yang menyatukan semua orang.”
Juru taktik berusia 50 tahun ini menegaskan bahwa semangatnya untuk memberikan yang terbaik bagi Iran tidak pernah berubah sejak ia masih menjadi pemain hingga kini menjadi pelatih. Baginya, setiap tetes keringat dan kerja keras yang dilakukan di lapangan adalah bentuk pengabdian murni untuk rakyat di tanah airnya.
Shamsaee tidak memungkiri bahwa tekanan yang ia dan timnya hadapi sepanjang turnamen AFC Futsal Asian Cup™ Indonesia 2026 sangatlah besar. Ia pun menyampaikan rasa terima kasih kepada federasi, pemain, serta manajer tim yang telah bekerja bahu-membahu demi menjaga martabat futsal Iran di kancah internasional.
“Ketika saya menjadi pelatih, mentalitas saya tetap sama (menunjukkan performa terbaik, red). Tim dan saya berada di bawah banyak tekanan, saya ingin berterima kasih kepada federasi, semua pemain, manajer tim yang telah bahu-membahu membuat orang-orang di rumah (Iran) bahagia,” tegas legenda futsal Asia tersebut.
Meskipun sudah mengangkat trofi kontinental sebanyak delapan kali sebagai pemain dan dua kali sebagai pelatih, dia mengakui final Piala Futsal Asia 2026 di Jakarta adalah yang paling menguras energi. Ia pun secara khusus memberikan pujian kepada Indonesia yang menurutnya menunjukkan perkembangan luar biasa dalam dunia futsal.
“Saya telah mengangkat banyak trofi, tetapi (pertandingan final melawan Indonesia) ini adalah yang tersulit. Selamat untuk Indonesia, ini adalah perkembangan terbesar yang pernah saya lihat,” puji Shamsaee atas kemajuan pesat skuad Garuda.
Dari sisi teknis, ia mengaku sangat puas karena seluruh pemainnya mampu tampil maksimal dan menjalankan instruksi dengan baik di tengah tekanan tuan rumah yang luar biasa. Terlepas dari itu, ia menegaskan bahwa hal terpenting adalah trofi juara AFC Futsal Asian Cup™ Indonesia 2026 berhasil mereka bawa pulang kembali ke Iran.