UTERO Indonesia secara resmi meluncurkan platform Soundpub sebagai divisi baru yang berfokus pada industri musik dan karya audio. Kehadiran platform ini merupakan jawaban atas kebutuhan musisi, label independen, serta para pelaku industri kreatif terhadap layanan distribusi digital dan perlindungan hak cipta yang transparan.
CEO Soundpub, Wara Valerie, mengungkapkan bahwa hadirnya platform ini berangkat dari kegelisahan banyak musisi Tanah Air terkait birokrasi yang rumit. “Kami ingin memangkas itu, kami berharap Soundpub menjadi ruang aman bagi karya para musisi sekaligus alat kerja yang profesional untuk musisi masa kini,” tegasnya.
Vale —sapaan akrab Wara Valerie— menjelaskan bahwa Soundpub menawarkan layanan terintegrasi mulai dari titip edar lagu hingga sistem monitoring pendapatan. Melalui platform ini, musisi dapat mendistribusikan karya mereka ke berbagai digital store dan platform streaming secara resmi tanpa proses yang menyulitkan.
Dalam masa promo tahun 2026, Vale mengatakan bahwa Soundpub menawarkan skema bagi hasil yang kompetitif, yakni 70 persen untuk artis dan 30 persen sebagai fee administrasi. Biaya rilis pun sangat terjangkau, yaitu Rp50.000 untuk single dan Rp100.000 untuk album tanpa adanya potongan tahunan yang tersembunyi.
Tak hanya itu, setiap karya yang diedarkan dipastikan mendapatkan pendampingan dalam aspek perlindungan hak cipta guna memberikan rasa aman bagi para pemiliknya. Vale menegaskan bahwa transparansi merupakan prinsip utama, di mana artis dan label dapat memonitor pendapatan secara berkala melalui dashboard yang tersedia.
“Dashboard ini memungkinkan artis dan label memonitor pendapatan secara rutin kapan saja serta mengakses laporan yang mudah dipahami,” jelasnya. Vale juga menyebutkan bahwa seluruh proses unggah karya hingga penandatanganan kontrak bisa dilakukan di mana saja tanpa harus datang ke kantor.
Selain itu, Soundpub membuka layanan white label bagi label independen atau agensi yang ingin membangun sistem distribusi dengan merek dagang mereka sendiri. Ia menjelaskan bahwa layanan ini dipatok seharga Rp300.000 untuk masa aktif tiga tahun dan dilengkapi opsi pengembangan dashboard bagi artis di bawah naungan mitra.
Ia mengungkapkan bahwa Soundpub memiliki basis operasional utama di Kota Malang dengan dukungan kantor cabang yang berlokasi di Jakarta. Kehadiran di dua kota strategis ini dinilai memperkuat posisi Soundpub sebagai penghubung utama antara talenta musik daerah dengan ekosistem industri nasional.
Vale menekankan bahwa ekosistem ini dibangun agar musisi merasa memiliki “rumah” tempat karya mereka dihargai dan dikelola secara adil. “Ke depan, Soundpub akan terus mengembangkan layanan pendukung seperti penguatan sistem dashboard lanjutan dan kolaborasi lintas divisi di UTERO Indonesia,” ungkapnya.
Melalui semangat berkelanjutan, Vale mengajak pelaku industri kreatif untuk tumbuh bersama dalam ekosistem musik yang lebih sehat, adil, dan transparan. Saat ini, sejumlah musisi di Malang Raya seperti Kak Milen, The Binals, Red Valley, hingga Riam Remo telah resmi bergabung ke dalam ekosistem ini.