Kawasan Ijen yang legendaris kini semakin berwarna dengan kehadiran Maitri Coffee & Social Hub di Jalan Simpang Balapan No. 7, Kota Malang. Titik temu baru ini resmi merayakan momen Grand Opening pada Sabtu, 7 Februari 2026, dengan menjanjikan kenyamanan lebih dari sekadar tempat kumpul dan menyeruput kopi.
Lokasinya yang sangat strategis di jantung kota menjadikan Maitri sebagai magnet baru bagi para pemburu suasana nyaman untuk berkumpul dan bekerja. Desain interiornya yang modern berpadu apik dengan atmosfer Kota Malang, menciptakan ruang yang lapang namun tetap terasa hangat bagi siapa pun yang berkunjung.
Berdirinya kafe ini bukan sekadar urusan bisnis semata, melainkan sebuah pencapaian emosional yang lahir dari jalinan persahabatan tulus para pendirinya. Di balik bangunan yang megah, terselip nama yang diambil dari bahasa Sanskerta dengan makna mendalam tentang persahabatan, cinta kasih, dan keakraban.
“Pemilihan nama Maitri membutuhkan waktu berminggu-minggu melalui riset panjang demi menemukan kata yang melambangkan persahabatan sejati,” ujar Nur Rizqi Akhfiani, salah satu Founder Maitri. Makna sakral tersebut diharapkan mampu menjadikan setiap sudut ruangan sebagai wadah yang merangkul siapa pun tanpa adanya batasan generasi.
Pencarian identitas ini memang tidak dilalui melalui jalan pintas, melainkan melalui proses revisi yang berulang kali hingga akhirnya menemukan kata yang benar-benar terasa “klop”. Bagi Rizqi, Maitri adalah representasi dari kasih sayang dan keramahan yang ingin ditularkan kepada setiap pengunjung yang melangkahi ambang pintunya.
Filosofi tersebut kian nyata saat melihat fasad depan bangunan yang dihiasi patung kuda sebagai simbol identitas yang belum pernah ada sebelumnya di Kota Malang. Kehadiran patung kuda ini bukan sekadar pemanis visual, melainkan komitmen agar Maitri memiliki karakter yang langsung melekat kuat di memori publik dari kejauhan.
“Kudanya ini menjadi identitas. Jadi, kalau orang bertanya Maitri itu yang mana, jawabannya adalah yang ada patung kudanya,” ungkap Rizqi. Penggunaan warna pink dan hitam yang berani juga dipilih secara sengaja sebagai pembeda yang segar di tengah menjamurnya konsep visual kafe yang mulai seragam.
Maitri didesain untuk menjadi ruang yang inklusif, meruntuhkan sekat bahwa kafe modern hanyalah milik anak muda atau mahasiswa saja. Melalui tata ruang yang luas, tempat ini memberikan keleluasaan bagi keluarga untuk membawa anak-anak mereka bergerak bebas tanpa merasa terbatasi.
“Kami ingin di sini tidak cuma jadi tempat nongkrong anak muda, tapi keluarga juga bisa ke sini karena konsepnya luas dan ramah untuk anak-anak,” jelasnya. Itulah mengapa warajenama “Bukan Sekedar Teman, Terus?…” diusung dengan harapan Maitri dapat selalu hadir sebagai sahabat yang menemani setiap babak cerita hidup pengunjungnya.
Bagi mereka yang terjebak dalam rutinitas kerja, Rizqi mengungkapkan bahwa Maitri menawarkan oase produktivitas melalui fasilitas Work From Cafe (WFC). Salah satu terobosan yang menarik adalah tersedianya ruang khusus ber-AC yang tetap memperbolehkan pengunjung untuk merokok saat sedang fokus bekerja.
Inovasi ini lahir dari pengalaman pribadi para pendirinya sebagai pekerja yang sering kesulitan mencari tempat kerja nyaman namun tetap mengakomodasi kebutuhan personal. Tersedia pula ruang pertemuan privat yang dilengkapi teknologi layar digital bagi mereka yang membutuhkan diskusi lebih intens dan tertutup.
Lantai dua yang luas memberikan ruang lebih bagi berbagai komunitas atau kolektif di Kota Malang untuk menggelar agenda kreatif maupun gathering skala besar. Kapasitas yang mampu menampung lebih dari tiga puluh orang ini menjadikan Maitri sebagai hub sosial yang dinamis bagi beragam aktivitas.
Dari sisi gastronomi, terdapat lebih dari 50 varian menu yang dikurasi agar bisa dinikmati oleh semua lidah, termasuk bagi anak-anak. Kopi Maitri Signature menjadi sajian jagoan yang menonjolkan karakter rasa khas, sementara kudapan seperti dimsum dan cireng disiapkan dengan standar kualitas yang terjaga.
“Menu andalan kita ada pada Maitri Signature, dan untuk makanan kami sediakan pilihan seperti nasi goreng yang level pedasnya bisa disesuaikan,” tuturnya. Keberagaman menu ini memastikan bahwa tidak ada satu pun pengunjung yang merasa dikesampingkan saat berkunjung ke “rumah” persahabatan ini.
Kini, Maitri Coffee & Social Hub resmi beroperasi mulai pukul 08.00 hingga tengah malam untuk memberikan kontribusi positif bagi industri kuliner di Kota Malang. “Kami mengundang semua orang untuk datang dan merasakan sendiri kehangatan kasih sayang yang kami tumpahkan dalam setiap sudut Maitri,” pungkasnya.
Sementara itu, Dadik Wahyu Chang selaku Konsultan Brand Strategi Maitri mengapresiasi langkah Rizqi dalam merealisasikan idenya menjadi sebuah kenyataan. Hal ini selaras dengan prinsip yang diusungnya, bahwa ide tanpa realisasi hanyalah sampah. “Selamat atas peresmiannya. Ini keren banget,” ungkapnya.
Dadik pun bercerita di balik logo kuda yang menjadi ikon dari Maitri Coffee & Social Hub. Ia menjelaskan bahwa identitas kuda tersebut memiliki keterkaitan dengan lokasi Maitri di Jalan Simpang Balapan. Kawasan yang menjadi bagian dari area Ijen yang legendaris ini memang dahulunya dikenal sebagai arena pacuan kuda.
“Kuda sebagai identitas Maitri ini bukan sekadar kuda biasa, tetapi tentang momentum untuk berlari kencang dan berkembang,” kata Dadik, yang juga merupakan pendiri Utero Indonesia, sebuah perusahaan kreatif asal Kota Malang yang bergerak di bidang advertising, branding, dan rebranding.