3 Bibit Siklon Tropis Kepung Indonesia, BMKG Imbau Masyarakat Waspada Cuaca Ekstrem
BMKG mengidentifikasi tiga bibit siklon tropis yang mengepung Indonesia, memicu potensi cuaca ekstrem, hujan lebat, dan gelombang tinggi di berbagai provinsi.
BMKG mengidentifikasi tiga bibit siklon tropis yang mengepung Indonesia, memicu potensi cuaca ekstrem, hujan lebat, dan gelombang tinggi di berbagai provinsi.
BMKG menegaskan bahwa Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) murni upaya mitigasi bencana berbasis sains untuk mengelola risiko cuaca ekstrem di tengah penurunan daya tampung lingkungan.
BMKG bersama Pemprov Jawa Barat dan TNI AU menggelar Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) hingga 29 Januari 2026 untuk mendukung evakuasi dan mitigasi banjir serta longsor.
Kegiatan pendakian Gunung Buthak resmi ditutup sementara mulai 17 Januari 2026 akibat cuaca ekstrem demi menjamin keselamatan para pendaki.
Banjir akibat hujan deras melanda 5 kecamatan di Halmahera Barat, Maluku Utara pada 7 Januari 2025. Tercatat 2 orang meninggal dunia dan 1.500 jiwa mengungsi.
Pemerintah menetapkan status tanggap darurat selama 14 hari menyusul bertambahnya korban meninggal akibat banjir bandang di Sitaro menjadi 16 orang.
Sembilan warga meninggal dunia akibat banjir bandang di Kepulauan Sitaro, Sulawesi Utara. Tim gabungan masih melakukan evakuasi korban hilang dan pendataan kerusakan.
BMKG mengimbau masyarakat waspada potensi cuaca ekstrem saat libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026 karena bertepatan dengan puncak musim hujan.
BMKG mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan sebagai antisipasi menghadapi potensi cuaca ekstrem akibat Siklon Tropis Bakung dan Bibit Siklon 93S.
BMKG perkuat mitigasi dengan peringatan dini dan OMC di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat menyikapi ancaman bencana hidrometeorologi.