Indonesia Creative Cities Network (ICCN) menyerukan pentingnya kolaborasi lintas sektor sebagai fondasi fundamental dalam memperkuat ekosistem kabupaten dan kota kreatif di tanah air. Bagi ICCN, transofrmasi wilayah kreatif tidak hanya soal angka pertumbuhan ekonomi, melainkan sebuah gerakan holistik yang mengintegrasikan budaya, inovasi, serta partisipasi masyarakat ke dalam jantung pembangunan.
Dalam visi ICCN, sebuah daerah kreatif adalah wilayah yang mampu mengonversi kreativitas dan kekayaan budaya menjadi energi pembangunan. Lebih dari sekadar keuntungan finansial, dampak nyata yang dibidik adalah penguatan identitas lokal, peningkatan kualitas ruang hidup, serta terciptanya warga yang lebih aktif terlibat dalam memajukan daerahnya.
Ketua Umum ICCN, Tb. Fiki C. Satari, menekankan bahwa inti dari kota kreatif menyentuh aspek-aspek paling mendasar dalam kehidupan bermasyarakat. “Ketika kreativitas dijadikan sebagai kekuatan pembangunan, kabupaten dan kota tidak hanya tumbuh secara ekonomi, tetapi juga membangun identitas, menciptakan ruang hidup yang manusiawi, serta meningkatkan partisipasi warganya. Di sinilah kolaborasi antara komunitas, pemerintah, akademisi, media, pelaku usaha, dan agregator menjadi kunci,” ungkapnya.
Fiki merincikan tiga pilar utama non-ekonomi yang menjadi fokus ICCN. Pertama adalah Identitas, yakni mengasah keunikan lokal sebagai modal kultural. Kedua adalah Ruang Hidup, yang bertujuan menciptakan lingkungan inklusif dan inspiratif. Terakhir adalah Partisipasi Warga, yang memastikan masyarakat menjadi aktor utama, bukan sekadar penonton dalam pembangunan.
Guna merealisasikan visi tersebut, ICCN mengusung sinergi Hexahelix. Model kolaborasi ini menyatukan akademisi, pelaku bisnis, komunitas, pemerintah, media, hingga agregator dalam satu harmoni. ICCN meyakini bahwa inovasi yang berdampak luas dan berkelanjutan mustahil tercipta jika setiap sektor bergerak secara parsial atau sendiri-sendiri.
Sebagai simpul jaringan, ICCN berperan sebagai jembatan strategis yang menghubungkan berbagai daerah di Indonesia. Organisasi ini berkomitmen penuh memfasilitasi pertukaran ide serta praktik terbaik (best practices) agar setiap wilayah bisa berkembang sesuai konteks lokalnya tanpa tercerabut dari akar budayanya. “Setiap daerah punya cerita. Mari kita kuatkan kabupaten dan kota kreatif bersama ICCN,” tutur Fiki menutup penjelasannya.
Melalui pesan ini, Fiki mengundang seluruh pemangku kepentingan untuk menjadikan kreativitas sebagai “energi terbarukan” yang akan membawa Indonesia menuju masa depan yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
ICCN Indonesia Creative Cities Network (ICCN) adalah simpul organisasi jejaring lintas komunitas yang menghubungkan kabupaten dan kota kreatif di seluruh Indonesia. Berpegang pada 10 Prinsip Kota Kreatif, ICCN berfokus pada transformasi pembangunan nasional yang berbasis pada kekuatan ide, budaya, dan kolaborasi yang berkelanjutan.