Presiden Prabowo Subianto mengeklaim bahwa proyek Makan Bergizi Gratis (MBG) telah memberikan dampak ekonomi yang nyata. Hal itu disampaikannya saat Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 di Sentul International Convention Center (SICC), Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Senin, 2 Februari 2026.
Presiden Prabowo menyebutkan, dari data yang diterimanya, bahwa proyek MBG telah menjangkau 60 juta penerima manfaat dan menciptakan lapangan kerja bagi satu juta orang melalui ekosistem daput. Ia menegaskan bahwa pencapaian dari proyek prioritasnya tersebut merupakan jawaban atas keraguan banyak pihak selama ini.
“Saya buktikan kepada Saudara-saudara, Prabowo Subianto sebagai Presiden Indonesia, saya telah menghasilkan sekarang 1 juta orang lapangan kerja, hanya dari MBG,” tegasnya. Menurutnya, serapan ini berasal dari 22.275 dapur operasional atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang masing-masing mempekerjakan sekitar 50 orang.
Terkait isu keamanan pangan dan keracunan, Presiden mengeklaim bahwa rasionya hanya 0,008 persen dari miliaran porsi yang dibagikan. “Artinya apa? Artinya 99,99 usaha MBG harus dinyatakan berhasil. Saya tidak mengerti, mungkin dasarnya adalah menganggap lawan politik, apa saja dibuat harus diserang, harus dijelek-jelekkan,” ujarnya.
Ia juga mengeklaim proyek ini telah menjadi perhatian Gedung Putih (White House) hingga Rockefeller Institute yang ingin mempelajari model MBG Indonesia. “Ada kecenderungan para orang pintar kita lebih percaya orang asing daripada bangsanya sendiri. Jadi, ya cek saja ke Rockefeller Institute, karena mereka enggak akan percaya,” ucapnya.
Oleh karena itu, dia berambisiuntuk mencapai 82 juta penerima pada Desember 2026. Ia memproyeksikan ledakan serapan tenaga kerja yang jauh lebih besar jika target tersebut tercapai. “Kita akan menciptakan tiga sampai lima juta lapangan kerja. Rakyat kita butuh pekerjaan, tapi kalau kita teriak-teriak mencela, enggak akan tercipta,” jelasnya.
Dari sisi ekonomi desa, Presiden mengeklaim proyek MBG sebagai instrumen untuk membalikkan arus uang ke pedesaan melalui penyerapan bahan baku lokal secara masif. Ia meminta agar dapur-dapur tersebut menjadi pasar bagi petani dan peternak kecil. “Tiap dapur menimbulkan pemasok bisa sampai 10, bisa sampai 20 orang. Pemasok tomat, wortel, sayur, telur, ikan, ayam, daging di tiap desa,” ungkapnya.
Presiden juga mengklaim bahwa proyek prioritasnya ini menjangkau kelompok paling rentan seperti ibu hamil dan lansia. Ia mengklaim model hantaran makanan ini adalah yang pertama di dunia. “Kita nih sekarang jadi role model, kita mau dipelajari. Orang tua yang hidup sendiri diantar makanan. Kasih tahu saya negara mana,” klaimnya.
Menanggapi gelombang kritik dan aksi demonstrasi, Prabowo meminta agar ketidaksukaan terhadap sosoknya tidak merusak program nasional. “Kalau tidak suka sama Prabowo, silakan 2029 bertarung. Sedikit-sedikit mau demo, kalau 5.000 kali demo, tidak akan ada satu pabrik dibuka,” tegas mantan Menteri Pertahan (Menhan) tersebut.
Oleh sebab itulah, Presiden pun menegaskan bahwa proyek MBG ini adalah investasi manusia yang hasilnya akan terlihat dalam jangka panjang. Ia mengutip bahwa investasi pada gizi bisa menghasilkan dampak ekonomi hingga 35 kali lipat. “Makan Bergizi Gratis itu adalah investasi yang terbaik yang bisa dilakukan oleh suatu negara,” tuturnya.