Prabowo Bertolak ke AS Temui Donald Trump

Presiden Prabowo Subianto beserta rombongan terbatas memulai kunjungan kerja resmi ke Washington DC, Amerika Serikat (AS), pada Senin, 16 Februari 2026. Foto: BPMI Setpres

Presiden Prabowo Subianto memulai kunjungan kerja resmi ke Washington DC, Amerika Serikat (AS), pada hari ini. Kepala Negara beserta rombongan terbatas lepas landas melalui Pangkalan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI AU) Halim Perdanakusuma, Jakarta, pada Senin, 16 Februari 2026.

Dalam kunjungan kerja kali ini, Presiden Prabowo didampingi oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia serta Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya. Kehadiran menteri terkait mengisyaratkan adanya pembahasan mendalam mengenai sektor energi dan investasi strategis.

Presiden Prabowo sendiri dijadwalkan melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden AS, Donald Trump, guna membahas penguatan hubungan diplomatik kedua negara. Selain itu, pertemuan tersebut akan memfokuskan pada pemantapan kerja sama strategis di berbagai bidang, termasuk perdagangan dan keamanan kawasan.

Sebelumnya, Presiden Prabowo memanggil sejumlah menteri bidang ekonomi ke kediaman pribadinya di Hambalang, Bogor, pada Minggu, 15 Februari 2026. Pertemuan strategis ini dilakukan untuk menyamakan posisi kebijakan serta mematangkan strategi negosiasi ekonomi menjelang kunjungan kerja Kepala Negara ke Amerika Serikat.

Menteri yang hadir dalam konsolidasi di Hambalang tersebut antara lain Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi, serta Menteri Investasi dan Hilirisasi yang juga Ketua/CEO Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) Rosan Roeslani.

“Pertemuan (di Hambalang) membicarakan terkait update perundingan Indonesia-Amerika dan disampaikan Bapak Presiden rencananya akan hadir di Amerika Serikat pada tanggal 19 (Kamis, 19 Februari 2026),” ujar Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Haryo Limanseto, dalam keterangan resminya.

Rangkaian kegiatan Presiden Prabowo di Amerika Serikat dijadwalkan mencakup pertemuan bisnis dan investasi antara pelaku usaha kedua negara. Adapun agenda utamanya adalah penandatanganan Agreement on Reciprocal Trade (ART) yang akan dilakukan langsung oleh Presiden Prabowo dengan Presiden Donald Trump.

Terkait pertemuan dengan Donald Trump, kata dia, Presiden menekankan pentingnya posisi Indonesia tetap kuat dan terukur di kancah internasional. Ia mengarahkan agar setiap perundingan harus mampu memperkuat industri nasional, meningkatkan produktivitas domestik, serta memperbesar kontribusi Indonesia dalam rantai pasok global.

“Hadirnya para menteri bidang ekonomi di Hambalang sebelum keberangkatan Presiden merupakan bentuk konsolidasi akhir agar posisi Indonesia solid dalam perundingan. Kita berharap akan ada kejutan-kejutan positif dari ART yang semakin menguntungkan Indonesia,” ungkapnya.

Secara teknis, Haryo mengungkapkan bahwa negosiasi tarif dengan AS telah rampung dan memasuki tahap penyelesaian harmonisasi bahasa hukum atau legal drafting. Indonesia, kata dia, berkomitmen membebaskan tarif bea masuk bagi sebagian besar produk asal Negeri Paman Sam sebagai bagian dari kesepakatan resiprokal tersebut.

Sebagai timbal balik, ia juga mengungkapkan bahwa AS setuju untuk menurunkan tarif bea masuk atas produk Indonesia dari 32 persen menjadi 19 persen. Selain itu, kata dia, AS juga memberikan pengecualian tarif bagi komoditas unggulan ekspor Indonesia seperti minyak kelapa sawit atau crude palm oil (CPO), kopi, dan kakao.

Di luar isu perdagangan, Haryo mengatakan bahwa kunjungan ini juga memiliki dimensi diplomasi politik melalui partisipasi dalam KTT Board of Peace atau Dewan Perdamaian Gaza pada 19 Februari 2026. Pemerintah memandang momentum ini sebagai langkah strategis untuk memperkuat pengaruh Indonesia di tingkat global.

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dilaporkan telah berangkat lebih awal ke Amerika Serikat untuk melakukan persiapan teknis menyambut kehadiran Kepala Negara. Langkah ini diambil untuk memastikan seluruh detail kesepakatan ART memberikan keuntungan maksimal bagi kemakmuran rakyat Indonesia.

Artikel Lainnya

ICCN Fasilitasi Ternate Youth Planner 2026, Dukung Kota Rempah sebagai Gerbang Gastronomi Dunia

Perjanjian Perdagangan RI-AS: Indonesia Hapus 99% Tarif Barang Amerika hingga Izin Freeport Diperpanjang

Prabowo dan Donald Trump Teken Perjanjian Perdagangan Bersejarah di Washington