FIFA resmi merilis peringkat tim nasional pria terbaru pada Senin, 19 Januari 2026 yang membawa perubahan signifikan di jajaran 50 besar dunia. Perhelatan Piala Afrika (AFCON) 2025 di Maroko menjadi faktor utama yang mengacak-acak susunan peringkat dunia jika dibandingkan dengan edisi 19 Desember 2025.
Papan atas dunia masih dipimpin oleh Spanyol di peringkat pertama dengan 1877,18 poin, diikuti oleh Argentina (1873,33 poin) dan Prancis (1873 poin). Namun, sejarah baru tercipta bagi Maroko yang berhasil melonjak ke posisi 8 dunia dengan total 1736,57 poin setelah mendapatkan tambahan signifikan sebesar 20,23 poin.
Keberhasilan Maroko menembus 10 besar untuk pertama kalinya sejak tahun 1998 berdampak pada turunnya peringkat negara-negara Eropa. Belgia harus turun ke posisi 9 dengan 1729,71 poin, Jerman ke posisi 10 dengan 1724,13 poin, sementara Kroasia terlempar ke peringkat 11 dengan total 1716,58 poin.
Loncatan paling fenomenal di jajaran 50 besar peringkat FIFA dicatatkan oleh Nigeria yang meraup tambahan poin tertinggi di dunia sebesar 79,09 poin. Berkat tambahan tersebut, Super Eagles kini menduduki peringkat 26 dunia dengan total 1581,55 poin, melesat naik 12 peringkat dari posisi sebelumnya, yakni 38.
Kisah sukses dari ajang sepak bola bergengsi di Afrika tersebut juga memberikan kenaikan yang signifikan bagi Aljazair yang kini menempati peringkat 28 dunia dengan 1560.91 poin. Selain itu, Mesir yang menjadi semifinalis Piala Afrika 2025 turut merangkak naik empat tingkat ke posisi 31 dunia dengan koleksi 1536,71 poin.
Sang juara bertahan yang baru saja melepaskan takhtanya, Pantai Gading, tetap mencatatkan progres positif dengan naik lima peringkat ke posisi 37 dunia. Begitu pula dengan RD Kongo yang berhasil melesat delapan peringkat ke posisi 48 dunia untuk melengkapi daftar kesuksesan tim-tim Afrika di jajaran elit.
Kamerun juga mencatatkan kenaikan serupa sebanyak 12 peringkat menuju posisi 45 dunia dengan koleksi 1492,39 poin setelah mengantongi tambahan 61,96 poin. Sementara itu, sang juara Piala Afrika 2025, Senegal, naik tujuh peringkat ke posisi 12 dengan 1708,33 poin setelah mendapatkan tambahan 58,76 poin.
Dominasi konfederasi Afrika (CAF) di jajaran 50 besar dunia kini semakin kuat dengan mengirimkan sembilan wakil, bertambah dua negara dibanding akhir tahun 2025. Hal ini berbanding terbalik dengan konfederasi Asia (AFC) dan Concacaf yang masing-masing harus kehilangan satu wakilnya di daftar elit tersebut.
Uzbekistan dan Kosta Rika menjadi pihak yang terdampak langsung oleh lonjakan tim-tim asal Benua Afrika ini. Uzbekistan turun dua peringkat ke posisi 52 dengan 1462,02 poin, sementara Kosta Rika berada di peringkat 51 dengan 1464,24 poin, sehingga keduanya resmi terlempar dari jajaran 50 besar dunia.
Meskipun peta persaingan di papan tengah berubah drastis, UEFA masih menjadi konfederasi paling dominan dengan mengirimkan 26 tim di posisi 50 besar peringkat FIFA. Kemudian, Konfederasi Amerika Selatan (CONMEBOL) menyusul dengan tetap mempertahankan tujuh wakilnya di jajaran elit dunia.
Keberhasilan tim-tim non-Eropa merangsek naik dalam peringkat dunia ini membuktikan bahwa turnamen kontinental memiliki pengaruh yang luar biasa besar terhadap akumulasi poin FIFA. Pergeseran ini sekaligus memberikan tekanan bagi tim-tim tradisional untuk tampil lebih konsisten di turnamen-turnamen mendatang.
FIFA dijadwalkan akan kembali memperbarui daftar peringkat dunia ini pada 1 April 2026 mendatang. Hingga saat itu, Maroko dan Senegal akan tetap menjadi pusat perhatian sebagai kekuatan baru yang menembus dominasi papan atas dunia.