Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah mengeluarkan pernyataan sikap menanggapi situasi keamanan di Timur Tengah yang kian memanas. Salah satu organisasi Islam terbesar di Indonesia ini mengecam dengan sangat serangan yang dilancarkan oleh Israel dan Amerika Serikat (AS) ke Republik Islam Iran.
Sebagaimana diketahui, akibat serangan Israel-AS tersebut, Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, meninggal dunia di kediamannya. Ia tewas bersama Ali Shamkhani, penasihat politik senior Pemimpin Tertinggi Iran, dan Mohammad Pakpour, Panglima Tertinggi Korps Garda Revolusi Islam (IRGC).
Muhammadiyah pun menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, dan korban lainnya yang menjadi sasaran serangan Israel dan AS ke Tanah Persia. Belasungkawa juga disampaikan bagi korban jiwa serangan balik Iran ke beberapa negara Arab.
Muhammadiyah memandang bahwa serangan gabungan besar-besaran yang dilancarkan oleh Israel-AS ke di Iran tersebut sebagai pelanggaran atas Hak-Hak Asasi Manusia (HAM), hukum internasional, dan pengabaian atas keputusan-keputusan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
“Kami menyerukan agar Perserikatan Bangsa-Bangsa memberikan sanksi tegas terhadap Amerika Serikat dan Israel atas pelanggaran tersebut dan mewujudkannya dengan langkah yang nyata,” tegas Ketua PP Muhammadiyah, Prof. Dr. H. Syafiq A. Mughni, dalam surat pernyataan tertanggal 2 Maret 2026.
Selain itu, Muhammadiyah juga mendesak kepada PBB dan Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) untuk segera menghentikan genosida terhadap bangsa Palestina. Langkah ini dianggap krusial guna mencegah meningkatnya ketegangan antarnegara yang lebih luas di seluruh kawasan Timur Tengah.
Dalam surat tersebut, Muhammadiyah meminta kepada Iran dan negara-negara Arab agar saling menahan diri dari konflik yang lebih dalam antar sesama anggota OKI. Muhammadiyah juga mendorong dikedepankannya dialog dan diplomasi sebagai jalan utama penyelesaian konflik di kawasan Timur Tengah.
Terakhir, Muhammadiyah mengajak kepada seluruh elemen masyarakat dunia dan tokoh agama untuk bersatu dalam menciptakan keadilan serta kedamaian global. Segala bentuk tindakan semena-mena harus dihentikan demi menjaga peradaban manusia dari kehancuran di masa depan.