Meksiko Mencekam Pasca-Tewasnya El Mencho

Seorang tentara berjaga di samping bangkai kendaraan yang hangus terbakar di Cointzio, Meksiko, pada Minggu, 22 Februari 2026. Aksi pembakaran ini terjadi di tengah laporan tewasnya pemimpin Kartel Generasi Baru Jalisco, Nemesio “El Mencho” Oseguera, di tangan militer Meksiko. Foto: AP Photo/Armando Solis

Tewasnya Nemesio Rubén Oseguera Cervantes alias “El Mencho” pada Minggu, 22 Februari 2026, memicu reaksi keras dari anggota Cártel Jalisco Nueva Generación (CJNG). Pihak berwenang melaporkan bahwa mereka membakar ratusan kendaraan untuk memblokir jalan di lebih dari 250 titik yang tersebar di 20 negara bagian Meksiko.

Sebagaimana dilansir dari ABC News, kota Guadalajara yang merupakan ibu kota negara bagian Jalisco berubah menjadi kota hantu saat warga memilih bersembunyi di dalam rumah demi menghindari kerusuhan. Otoritas keamanan mengonfirmasi sedikitnya 14 orang tewas dalam rangkaian kerusuhan tersebut, termasuk tujuh anggota Garda Nasional.

Gubernur Jalisco, Jesús Pablo Lemus Navarro, secara resmi mengimbau kepada seluruh warga untuk tetap tinggal di dalam rumah dan menghentikan aktivitas di luar untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan. Ia mengungkapkan bahwa saat ini wilayahnya sedang melewati masa-masa kritis dan meminta masyarakat untuk tetap tenang.

Sementara itu, Presiden Meksiko, Claudia Sheinbaum Pardo, turut meminta masyarakat untuk tetap tenang melalui unggahannya di media sosial X pasca-operasi militer tersebut. Ia memuji keberanian pasukan keamanan Meksiko, namun tetap mewaspadai potensi ledakan kekerasan akibat pecahnya struktur internal organisasi kriminal tersebut.

Dampak kerusuhan yang dilakukan oleh anggota CJNG tersebut juga merambah ke sektor transportasi udara, di mana maskapai Air Canada menangguhkan seluruh penerbangan ke Puerto Vallarta. Sejumlah maskapai lainnya juga membatalkan jadwal penerbangan karena situasi keamanan di sekitar bandara yang tidak menentu.

Tidak hanya pemerintah setempat, Departemen Luar Negeri Amerika Serikat dan Kedutaan Besar Kanada juga telah mengeluarkan peringatan bagi warga negara mereka yang sedang berada di Meksiko, khususnya di Jalisco. Mereka diminta untuk tetap berada di lokasi yang aman dan menghindari aktivitas mencolok hingga situasi benar-benar terkendali.

Di kota Guadalajara, kendaraan yang terbakar memblokir akses jalan utama sehingga memaksa banyak pelaku bisnis untuk menutup toko mereka secara total. Situasi ini sangat disayangkan mengingat kota terbesar kedua di Meksiko tersebut dijadwalkan menjadi tuan rumah pertandingan Piala Dunia 2026 pada bulan Juni mendatang.

Merespons kondisi tersebut, Pemerintah Meksiko kini terus menyiagakan personel keamanan tambahan untuk meredam aksi anarkis dari simpatisan organisasi kriminal tersebut di ruang publik. Penguatan keamanan ini diharapkan dapat membantu memulihkan ketertiban nasional setelah hilangnya pemimpin tertinggi CJNG.

Sebelumnya, Pasukan Militer Meksiko berhasil melumpuhkan El Mencho dalam sebuah operasi besar yang berlangsung di Negara Bagian Jalisco, Meksiko Barat. Departemen Pertahanan Meksiko menyatakan bahwa El Mencho terluka parah akibat baku tembak sengit selama proses penangkapan berlangsung.

Ia dilaporkan mengembuskan napas terakhir saat sedang dalam perjalanan udara menuju Mexico City untuk mendapatkan perawatan medis darurat. Kematian El Mencho ini disebut sebagai keberhasilan terbesar pemerintah Meksiko dalam upaya memberantas sindikat narkoba internasional selama beberapa dekade terakhir.

Operasi penangkapan tersebut berlangsung di wilayah Tapalpa, Jalisco, yang selama ini dikenal sebagai basis utama kekuatan kartel tersebut. Selama operasi berlangsung, pasukan keamanan mendapatkan perlawanan sengit yang menyebabkan empat orang anggota kelompok kriminal tewas di lokasi kejadian.

Laporan ABC News juga menyebutkan bahwa dua anggota kartel CJNG lainnya meninggal dunia, sementara dua tersangka lainnya berhasil ditangkap hidup-hidup. Pasukan Militer Meksiko juga berhasil menyita berbagai aset tempur milik CJNG, mulai dari kendaraan lapis baja hingga perangkat peluncur roket.

Namun, di sisi lain, tiga anggota angkatan bersenjata dilaporkan terluka dan saat ini sedang menjalani perawatan medis secara intensif. Pemerintah Amerika Serikat melalui Sekretaris Pers Gedung Putih, Karoline Leavitt, mengonfirmasi pemberian dukungan intelijen penuh dalam operasi penangkapan tersebut.

Leavitt menyebut El Mencho sebagai target utama karena perannya sebagai salah satu pemasok fentanil terbesar ke wilayah Amerika Serikat. Sebagai informasi, El Mencho sendiri memiliki rekam jejak kriminal panjang yang dimulai sejak ia bermigrasi ke Negeri Paman Sam pada era 1990-an silam.

Setelah sempat dipenjara di Amerika Serikat, ia kembali ke Meksiko dan mendirikan CJNG hingga berkembang pesat menjadi organisasi kriminal raksasa. Keberhasilan operasi tersebut dianggap sebagai bukti nyata agresivitas militer Meksiko di bawah kepemimpinan Presiden Claudia Sheinbaum.

Langkah tegas ini diharapkan dapat melemahkan struktur operasional kelompok CJNG yang selama ini mengancam keamanan lintas batas negara. Pemerintah Meksiko kini terus memantau situasi lapangan guna mencegah eskalasi kekerasan lebih lanjut di wilayah-wilayah terdampak.

Artikel Lainnya

Nestapa Isa Kristina: Utang Rp700 Juta Dibayar Rp2,8 Miliar, Rumah Dirampas Sepihak Koperasi

Prabowo Siap Berjuang untuk Palestina melalui Board of Peace

Prabowo Temui Raja Abdullah II di Istana Basman, Bahas Board of Peace hingga Perdamaian Palestina