KPK Gelar OTT di Kantor Bea Cukai Jakarta

KPK menggelar OTT di kantor Bea Cukai Jakarta pada Rabu, 4 Februari 2026. Penindakan ini menjadi aksi kelima KPK awal tahun ini setelah operasi di Banjarmasin. Foto: Dok. BSKDN Kemendagri

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) di kantor Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan, Jakarta, pada Rabu, 4 Februari 2026. Hal ini dibenarkan oleh Wakil Ketua KPK, Fitroh Rohcahyanto.

“Hari ini ada dua OTT. Satu, Banjarmasin. Kedua, Bea Cukai Jakarta,” ungkap Fitroh dalam keterangannya di Jakarta, sebagaimana dikutip dari Antara. Ia menjelaskan bahwa dua OTT yang dilakukan lembaga antirasuah tersebut bukan dalam satu rangkaian kasus tindak pidana korupsi yang sama. “Beda kasus,” katanya.

Seperti diketahui, Fitroh mengungkapkan bahwa KPK juga tengah melakukan OTT di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Banjarmasin, Kalimantan Selatan. “Benar, di Kalsel. KPP Banjarmasin,” ujarnya. Ia mengatakan bahwa penindakan perkara tersebut masih didalami oleh tim penyidik. “Masih pendalaman,” ungkapnya.

Operasi di kantor DJBC Jakarta ini menggenapkan rangkaian penindakan KPK menjadi lima kali sepanjang tahun 2026. Di hari yang sama, lembaga antirasuah tersebut lebih dulu menggelar OTT keempat di KPP Madya Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

Rangkaian aksi senyap tahun ini dimulai dengan OTT pertama di Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Jakarta Utara pada Sabtu, 10 Januari 2026. Penindakan tersebut menyasar dugaan suap pemeriksaan pajak di lingkungan KPP Madya Jakarta Utara untuk periode 2021-2026.

Fitroh menjelaskan bahwa operasi perdana itu berkaitan dengan dugaan suap pengurangan nilai pajak. Dalam aksi tersebut, KPK mengamankan oknum pegawai DJP Jakarta Utara bersama pihak Wajib Pajak (WP).

Berlanjut pada Senin, 19 Januari 2026, KPK melakukan OTT kedua dengan mengamankan Wali Kota Madiun, Maidi, beserta 14 orang lainnya. Kasus ini mencakup dugaan korupsi berupa pemerasan bermodus imbalan proyek, dana CSR, hingga gratifikasi di Pemerintah Kota Madiun.

Pada hari yang sama, OTT ketiga digelar di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, yang menjaring Bupati Pati, Sudewo. Operasi ini berkaitan dengan dugaan pemerasan dalam proses pengisian jabatan perangkat desa di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pati.

Artikel Lainnya

KPK Tetapkan Kepala KPP Madya Banjarmasin dan 2 Orang Lainnya Tersangka Korupsi Restitusi Pajak

Bawa Pesan Cinta Kasih, MAITRI Coffee & Social Hub Siap Rayakan Grand Opening di Kota Malang

KPK Sita Uang Miliaran Rupiah dan 3 Kg Emas dalam OTT Bea Cukai