Kemenag Gandeng PTKIN dan BAZNAS Perkuat KKN Tematik Berbasis Zakat-Wakaf

A+A-
Reset

Kementerian Agama (Kemenag) melalui Direktorat Pemberdayaan Zakat dan Wakaf (Ditzawa) memperkuat kolaborasi pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik berbasis zakat dan wakaf. Inovasi ini menggandeng Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) dan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) untuk mendorong pemberdayaan ekonomi umat.

Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf, Waryono Abdul Ghafur, mengungkapkan bahwa sinergi lintas sektor menjadi kunci agar program filantropi Islam memberikan dampak nyata. Menurutnya, kolaborasi ini sejalan dengan implementasi Asta Cita Presiden yang diterjemahkan dalam Asta Protas Menteri Agama.

โ€œKKN Tematik harus menjadi ruang aktualisasi ilmu sekaligus pengabdian nyata. Mahasiswa tidak hanya belajar teori zakat dan wakaf di kampus, tetapi hadir di tengah masyarakat untuk memetakan potensi, mendampingi, dan memastikan program berjalan efektif,โ€ ujarnya dalam Rapat Koordinasi dan Kolaborasi KKN Tematik yang berlangsung secara virtual di Jakarta, pada Sabtu, 14 Februari 2026.

Menurutnya, keterlibatan aktif akademisi dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis serta Fakultas Syariah akan memperkuat integrasi antara pendekatan akademik dan praktik pemberdayaan. Ia mengatakan Ditzawa Kemenag juga telah menyiapkan program prioritas seperti Inkubasi Wakaf Produktif berbasis kampus dan program Kota Wakaf.

Waryono menyebutkan bahwa kehadiran mahasiswa di lapangan diharapkan dapat mempercepat pemetaan serta sertifikasi potensi wakaf di berbagai daerah. Ia mencontohkan praktik baik di UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan yang berhasil mendorong percepatan sertifikasi tanah wakaf melalui KKN Tematik.

โ€œModel seperti yang dilakukan UIN Pekalongan perlu direplikasi. Kita ingin puluhan PTKIN lain mengambil peran serupa agar gerakan ini meluas dan berdampak sistemik,โ€ ujarnya.

Selain wakaf produktif, lanjut Waryono, Kemenag juga memperkenalkan inovasi Hutan Wakaf yang mengintegrasikan pengelolaan wakaf dengan pelestarian lingkungan atau ekoteologi. Instrumen filantropi ini juga mencakup infak, sedekah, kurban, hingga fidyah yang dioptimalkan bersama Lembaga Amil Zakat (LAZ) dan Badan Wakaf Indonesia (BWI).

Terkait teknis pelaksanaan, lanjut Waryono, perguruan tinggi kini tidak perlu lagi mencari lokasi KKN secara mandiri. Lokasi dampingan telah disiapkan oleh BAZNAS dan LAZ sehingga kampus dapat fokus menempatkan sumber daya manusia untuk pendampingan yang tepat sasaran.

Pendekatan kolaboratif ini dirancang untuk memberikan kontribusi nyata terhadap penurunan angka kemiskinan nasional yang berada pada kisaran 22โ€“23 juta jiwa. Pemberdayaan akan difokuskan pada desa dan kawasan pinggiran agar pemerataan kesejahteraan semakin terwujud di seluruh Indonesia.

Tinggalkan Komentar! Mari Berdiskusi

Catatan:
Dengan mengisi formulir ini, Anda setuju dengan penyimpanan dan penanganan data Anda oleh EPOCHSTREAM. Kami tentu menjamin kerahasiaan dan keamanan data Anda sesuai peraturan yang berlaku. Selengkapnya, baca Kebijakan Privasi dan Ketentuan Layanan kami.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses