KARAT Rilis Singel “DOSA”: Pengadilan Distorsi untuk Para Koruptor Bangsat

Unit heavy metal asal Kota Malang, KARAT, merilis singel terbaru berjudul "DOSA" pada Kamis, 8 Januari 2026, yang membakar habis kenyamanan para koruptor. Foto: YouTube KARAT

Unit heavy metal asal Kota Malang, KARAT, merilis singel terbaru berjudul “DOSA” yang membakar habis kenyamanan para koruptor. Singel yang dirilis pada Kamis, 8 Januari 2026 ini menjadi manifesto kemarahan mereka terhadap penyakit kronis korupsi yang terus mengisap hak-hak rakyat tanpa ampun.

Lirik garapan Faishal Lutfi Nugraha tersebut menghujam langsung ke jantung tirani yang rakus dan mati nurani di atas penderitaan orang banyak. KARAT dengan tegas menyuarakan bahwa tidak ada maaf bagi para “bangsat” yang berpesta pora di singgasananya sementara rakyat sedang sekarat.

Eksistensi KARAT yang konsisten sejak 17 Agustus 2015 kembali dibuktikan lewat distorsi penuh amarah yang diproduseri oleh Arif Luqman Hakim, Gaguk Ponco Setio Utomo, dan Faishal Lutfi Nugraha. Racikan audionya terdengar sangat gahar berkat polesan mixing dan mastering dari tangan dingin Rama.

Secara musikal, unit yang sudah mengantongi diskografi album seperti Elegi dan Impartial ini tetap setia di jalur heavy metal yang agresif dan kritik sosial. Pengaruh raksasa seperti Lamb of God hingga Metallica terasa kental, namun tetap dibalut dengan identitas modern khas KARAT yang eksplosif.

Keganasan audio dari singel “DOSA” tersebut semakin lengkap dengan visual gelap hasil garapan Berry Minor sebagai video prompt creator. Video klipnya yang sudah mengudara di kanal YouTube resmi mereka ini berhasil menangkap aura kemurkaan dan pengadilan terakhir bagi para pengkhianat bangsa.

Lagu “DOSA” tersebut menjadi bukti bahwa KARAT sebagai unit heavy metal tetap konsisten menjaga marwah musik keras sebagai alat perlawanan terhadap ketidakadilan yang dialami rakyat. Kini, raungan kemarahan dari Kota Malang ini sudah siap menghantam telinga para metalhead di seluruh penjuru negeri.

Artikel Lainnya

Tropical Forest Bakal Rilis Video Musik Mikro Plastik pada Hari Pendidikan Internasional

Simfoni Perlawanan: 10 Lagu Penjaga Kewarasan Publik di Tengah Runtuhnya Demokrasi

Slank Rilis Lagu ‘Republik Fufufafa’, Kembali ke Setelan Pabrik dengan Kritik Tajam