Indonesia Creative Cities Network (ICCN) melakukan audiensi dengan Kementerian Ekonomi Kreatif (Ekraf) untuk membahas peta jalan pengembangan ekonomi kreatif pada Kamis, 12 Februari 2026. Pertemuan strategis ini memfokuskan pada integrasi teknologi terkini, penguatan jenama kota (city branding), serta pemantapan posisi Indonesia di kancah internasional.
Audiensi tersebut diterima langsung oleh Menteri Ekraf sekaligus Ketua Dewan Pengarah ICCN, Teuku Riefky Harsya. Dalam rapat terbatas tersebut, ICCN memaparkan berbagai inovasi digital yang dirancang untuk menjadi tulang punggung ekosistem kreatif di Indonesia.
Ketua Umum ICCN, T.B. Fiki C. Satari, memperkenalkan sebuah platform super yang berfungsi sebagai orkestrator ekosistem kreatif nasional. Ia menjelaskan bahwa platform tersebut mengintegrasikan data secara real-time dan didukung oleh Artificial Intelligence (AI) Agent untuk kebutuhan pendataan serta pemantauan yang akurat.
Selain itu, ICCN juga memperkenalkan metode riset terbaru yang mengacu pada indikator global dari UNESCO dan ASEAN. Inovasi ini diharapkan mampu memberikan standar yang selaras dengan perkembangan ekonomi kreatif di tingkat dunia.
“Riset ini berfungsi sebagai ‘kompas’ yang membantu Kementerian Ekonomi Kreatif menavigasi tantangan dan peluang di tingkat provinsi hingga kabupaten/kota. Melalui dashboard executive summary dan city performance analysis, kita dapat memetakan kekuatan wilayah secara presisi,” ujarnya.
Merespons paparan tersebut, Menteri Ekraf Teuku Riefky Harsya memberikan apresiasi tinggi terhadap peran ICCN sebagai mitra strategis pemerintah. Sebagai langkah konkret, ia menetapkan tiga program utama (quick wins) yang akan segera dieksekusi melalui kolaborasi kedua belah pihak.
Program tersebut meliputi implementasi Riset Kompas Navigasi Kebijakan di lima provinsi prioritas serta keterlibatan ICCN dalam penyelenggaraan World Conference on Creative Economy (WCCE). Selain itu, kerja sama juga diarahkan pada penyerapan KUR Kekayaan Intelektual (Intellectual Property) bagi jejaring pelaku kreatif di bawah naungan ICCN.
Pertemuan ini menegaskan kesiapan ICCN dalam mendukung penuh visi Kementerian Ekraf untuk meningkatkan daya saing ekonomi kreatif di pasar global. Sebagai tindak lanjut, pengurus ICCN akan segera menggelar rapat kerja terbatas untuk merumuskan teknis pelaksanaan arahan menteri tersebut.
Langkah ini diharapkan dapat mempercepat akselerasi pembangunan ekonomi berbasis kreativitas yang inklusif di seluruh penjuru Tanah Air. Fokus utama tetap tertuju pada penguatan kolaborasi antara komunitas, pemerintah, dan pemangku kepentingan lainnya.
ICCN sendiri merupakan simpul lintas komunitas yang menghubungkan lebih dari 200 kota dan kabupaten kreatif di seluruh Indonesia. Organisasi ini berkomitmen untuk terus mendorong inovasi serta kolaborasi demi kesejahteraan ekonomi berbasis kreativitas.




