Beredar sebuah video yang menceritakan kisah seorang wanita kehilangan penglihatannya (tunanetra) mendadak viral di media sosial Instagram. Video tersebut mengklaim bahwa penyebab kebutaan total yang dialami sang wanita adalah akibat radiasi dari kebiasaan bermain handphone (HP) dalam kondisi lampu kamar mati.
Hingga Senin, 19 Januari 2026, video yang diunggah oleh akun Instagram Piko & Logy (@pikology) tersebut telah mendapatkan 13 ribu suka dan lebih dari 300 komentar. Dari pantauan di kolom komentar, tak sedikit warganet yang merasa khawatir dan takut akan mengalami hal serupa karena memiliki kebiasaan yang sama.
Lantas, benarkah radiasi HP saat gelap bisa langsung menyebabkan kebutaan total? Mari kita bedah faktanya.
Pemeriksaan Fakta
Berdasarkan hasil penelusuran Tim CEK FAKTA by EPOCHSTREAM, video tersebut awalnya diunggah pertama kali oleh akun Instagram Tunet Couple (@tunet.couple) pada Jumat, 21 November 2025. Lalu, akun Instagram Piko & Logy mengunggah ulang video tersebut pada Senin, 12 Januari 2026.
Dengan merujuk pada tinjauan medis internasional dan pendapat para ahli, klaim yang disampaikan oleh wanita dalam video tersebut bahwa radiasi HP di tempat gelap sebagai penyebab tunggal kebutaan total adalah tidak tepat secara ilmiah. Berikut hasil penelusuran Tim CEK FAKTA by EPOCHSTREAM:
1. Radiasi HP Tidak Merusak Saraf Mata Secara Permanen
Menurut American Academy of Ophthalmology (AAO), cahaya biru (blue light) dari perangkat digital tidak menyebabkan penyakit mata yang berujung pada kebutaan. Radiasi yang dipancarkan ponsel berada pada tingkat non-ionisasi yang sangat rendah, sehingga tidak memiliki energi yang cukup untuk merusak anatomi mata secara radikal hingga menyebabkan tunanetra.
2. Efek Nyata: Kelelahan Mata, Bukan Kebutaan
Bermain HP di tempat gelap memang berdampak buruk bagi kesehatan, namun bukan dalam bentuk kebutaan total. Dampak utamanya adalah Digital Eye Strain (kelelahan mata ekstrim) yang ditandai dengan mata perih, kering, pusing, dan penglihatan kabur sementara. Selain itu, paparan cahaya terang di ruangan gelap menghambat hormon melatonin yang memicu gangguan tidur kronis.
3. Penyebab Kebutaan Total Secara Medis
Kondisi tunanetra atau kebutaan total biasanya dipicu oleh kondisi patologis yang serius, seperti:
- Glaukoma: Tekanan tinggi pada bola mata yang merusak saraf optik.
- Ablasio Retina: Lepasnya lapisan retina dari jaringan penyokongnya.
- Optic Neuritis: Peradangan pada saraf mata. Ada kemungkinan kebiasaan tertentu memperparah kondisi yang sudah ada sebelumnya, namun tidak ada bukti ilmiah yang menempatkan radiasi HP sebagai penyebab utama seseorang menjadi tunanetra.
Kesimpulan
Berdasarkan tujuh klasifikasi hoaks versi First Draft, klaim dalam video tersebut masuk kategori Misleading Content (Konten Menyesatkan). Dalam hal ini, pengalaman pribadi digunakan untuk membingkai narasi yang menyimpang dari fakta medis.
Meskipun kondisi tunanetra yang dialami si wanita dalam video tersebut adalah nyata, menghubungkannya secara langsung sebagai akibat dari radiasi HP adalah kesimpulan yang keliru. Hal ini tentunya dapat menyesatkan persepsi publik.
Dengan demikian, narasi yang menyebutkan bermain HP di tempat gelap menyebabkan kebutaan total adalah SALAH. Meski kebiasaan tersebut sangat tidak disarankan karena merusak kualitas kesehatan mata dan pola tidur, masyarakat dihimbau untuk tidak panik.
Di samping itu, masyarakat juga sangat disarankan untuk tetap menggunakan HP dengan pencahayaan ruangan yang cukup. Jika mengalami gangguan penglihatan akibat aktivitas kurang sehat tersebut, diharapkan untuk melakukan pemeriksaan mata ke dokter spesialis.
Referensi
American Academy of Ophthalmology (AAO): Blue Light and Your Eyes
Harvard Health Publishing: Will blue light from electronic devices increase my risk of macular degeneration?