Pelatih kepala Timnas Futsal Indonesia, Hector Souto, mengapresiasi performa luar biasa anak asuhnya saat final AFC Futsal Asian Cup™ Indonesia 2026, pada Sabtu, 7 Februari 2026. Meski harus mengakui ketangguhan Iran lewat drama adu penalti yang berakhir 5-4, Souto menilai perjuangan skuad Garuda sangat memukau sepanjang pertandingan.
Laga final yang berlangsung di Indonesia Arena tersebut berjalan sangat sengit dengan aksi saling balas gol hingga skor imbang 5-5 bertahan sampai babak tambahan waktu. Indonesia yang baru pertama kali mencicipi partai puncak kompetisi ini sukses memberikan perlawanan seimbang melawan raja futsal Asia yang kini mengoleksi 14 gelar juara.
“Saya sangat bangga dengan para pemain saya karena telah melakukan pekerjaan yang luar biasa dan bekerja sangat keras,” ujar Souto dalam keterangannya dikutip dari laman AFC. Ia menambahkan bahwa tidak ada yang akan percaya Indonesia bisa mencapai final dengan peluang menang, baik dalam waktu normal, perpanjangan waktu, maupun penalti.
Juru taktik asal Spanyol tersebut mengakui bahwa secara mental, Indonesia mungkin menjadi tim terkuat sepanjang turnamen karena mampu menyulitkan tim raksasa seperti Iran. Namun, ia tetap memberikan catatan objektif bahwa timnya masih melakukan beberapa kesalahan yang perlu diperbaiki di masa depan.
“Turnamen ini berjalan baik bagi kami, dan kami secara mental sangat kuat, mungkin tim terkuat di turnamen ini dan menyulitkan Iran, tetapi kami juga membuat banyak kesalahan,” ungkap pria berusia 44 tahun tersebut. Souto menekankan pentingnya evaluasi di berbagai sektor agar permainan Indonesia bisa terus berkembang ke level yang lebih tinggi.
Ia ingin momen ini menjadi fondasi bagi kemajuan futsal Indonesia, namun tetap menekankan pentingnya mengapresiasi perjuangan para pemain. Menurutnya, tim perlu membangun permainan di banyak area, namun pada laga final ini adalah tentang bagusnya permainan skuad Garuda yang mampu mendorong Iran hingga batas kemampuan.
Terlepas dari sejarah besar yang baru saja ditorehkan Indonesia, Souto mengingatkan para pemainnya untuk tidak cepat berpuas diri dan tetap menginjak bumi. Ia menyadari bahwa negara-negara seperti Iran dan Jepang masih memiliki keunggulan dibandingkan skuad Garuda, terutama dalam hal kecepatan permainan dan kualitas pemainnya.
“Kita harus tetap rendah hati karena ada tim-tim yang lebih kuat di Asia seperti Iran dan Jepang dengan pemain-pemain yang sangat bagus, dan kita tidak bisa menandingi kecepatan mereka,” tegas Souto. Ia berpesan agar pencapaian di Piala Asia Futsal 2026 ini tidak membuat tim besar kepala karena tantangan di Asia masih sangat berat.
Sebagai penutup, ia menegaskan bahwa dalam olahraga terkadang seseorang berhasil dan terkadang tidak, namun perjuangan Indonesia kali ini menurutnya sudah sangat luar biasa. Baginya, mencapai titik yang sangat dekat dengan trofi juara merupakan sebuah pencapaian yang harus disyukuri dan membuat seluruh bangsa Indonesia bangga.