Konten kreator Ramond Dony Adam, atau yang populer dengan nama DJ Donny, menjadi sasaran intimidasi oleh orang tidak dikenal (OTK). Berdasarkan informasi yang dihimpun, kediaman Donny dikirimi paket berisi bangkai ayam hitam yang diduga kuat sebagai bentuk teror atas aktivitas kritiknya ke pemerintah di media sosial.
Aksi intimidasi tersebut disampaikan langsung oleh DJ Donny melalui unggahan di akun Instagram pribadinya @dj_donny. Dalam unggahannya, terlihat paket yang dikirim oleh pelaku teror tersebut disertai dengan pesan tertulis bernada ancaman pembunuhan yang menggunakan tinta berwarna merah.
Dalam pesan tersebut, pelaku teror mengancam Donny agar “menjaga mulut” di media sosial jika tidak ingin nasibnya serupa dengan bangkai ayam yang dikirim tersebut. “Adam!!! Jaga mulutmu! Terutama di medsos jangan pecah belah bangsa! Atau kamu akan jadi seperti ayam ini!!!” tulis pesan ancaman tersebut yang juga menyertakan foto wajah Donny dengan coretan tinta merah tepat di bagian leher.
Teror bangkai ayam ini diduga terkait aktivitas DJ Donny yang getol menyuarakan kritik tajam kepada pemerintah, terutama terkait lambannya penanganan bencana banjir dan tanah longsor di Sumatra. Sebagaimana dilihat dari beberapa unggahannya di Instagram, ia kerap menyuarakan kritik keras kepada pemerintah terkait efektivitas bantuan di lapangan.
Kejadian ini seketika memicu gelombang reaksi dari warganet yang langsung menandai akun Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka. Publik menuntut jaminan keamanan bagi warga negara yang kritis, seraya menanyakan sikap pemerintah terhadap gaya premanisme yang digunakan untuk menekan pengkritik kebijakan.
“Tanggapannya Mas @gibran_rakabuming?” tulis akun @ryandikadika di kolom komentar, yang kemudian diikuti oleh dukungan masif dari akun @trend_politik.id yang menilai bahwa kritik Donny telah mengenai sasaran pihak-pihak tertentu.
Warganet lainnya menilai aksi teror ini sebagai tindakan pengecut yang justru mencederai prinsip demokrasi dan menjatuhkan citra pihak-pihak yang antikritik. Akun @ankapepu_purba menekankan bahwa pihak yang dikritik seharusnya melakukan koreksi diri alih-alih melakukan tindakan kriminal yang provokatif.
“Bukannya koreksi diri dan lebih baik malah kirim teror ayam mati dan menuduh memecah belah,” tulisnya, yang kemudian diperkuat oleh pernyataan akun @en.pran bahwa aksi pengancaman semacam ini hanya akan menghilangkan simpati rakyat terhadap pemerintah.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari aparat penegak hukum terkait aksi intimidasi yang menimpa DJ Donny tersebut. Publik kini mendesak kepolisian untuk segera melakukan investigasi mendalam guna mengidentifikasi pelaku dan aktor intelektual di balik teror ini, mengingat kebebasan berpendapat dijamin undang-undang.
Kasus teror simbolis menggunakan bangkai binatang bukan pertama kalinya terjadi dalam upaya pembungkaman kritik di Indonesia. Sebelumnya, aksi intimidasi serupa dialami oleh jurnalis Tempo, yang pernah diteror dengan kiriman bangkai babi dan tikus setelah merilis laporan soal Revisi Undang-Undang TNI. Rentetan kejadian ini kian mempertegas adanya pola premanisme fisik yang terus membayangi para aktivis dan jurnalis yang vokal menyuarakan kebenaran.