Presiden Prabowo Subianto berkomitmen untuk menegakkan keadilan dan menghadirkan kemakmuran bagi rakyat Indonesia sebagaimana amanat Undang-Undang Dasar 1945. Hal itu ia sampaikan sebagai bentuk pertanggungjawaban moral atas sumpah jabatan yang telah diucapkannya di hadapan seluruh rakyat Indonesia sejak 20 Oktober 2024.
“Dalam Undang-Undang Dasar tersebut, tujuan nasional pertama adalah melindungi segenap tumpah darah bangsa Indonesia. Saya terima tugas tersebut, saya terima mandat tersebut,” tegas Prabowo dalam sambutannya saat acara Mujahadah Kubro Satu Abad NU yang digelar di Stadion Gajayana, Kota Malang, pada Minggu, 8 Februari 2026.
Ia juga menegaskan bahwa dirinya berkomitmen untuk melindungi seluruh rakyat Indonesia dari segala marabahaya dan ancaman. Mulai dari ancaman fisik, kemiskinan, kelaparan, pelayanan kesehatan, hingga ketidaktersediaannya pendidikan yang terbaik. “Saya juga menerima tugas tersebut yang saya artikan. Itu tugas utama saya,” ujarnya.
Tak hanya itu, Prabowo juga menegaskan komitmennya untuk menjaga segala bentuk kekayaan milik rakyat Indonesia agar tidak terus dikelola dengan cara yang salah atau dibawa lari ke luar negeri. Ia menyebutkan bahwa kekayaan tersebut dapat membuat rakyat sungguh-sungguh sejahtera jika dikelola sendiri oleh bangsa Indonesia.
Setelah mempelajari berbagai data dan fakta sejak menjabat, ia mengaku menemukan bahwa Indonesia sebenarnya dianugerahi kekayaan sumber daya alam yang sangat luar biasa. Namun, dirinya menyayangkan masih banyaknya elite bangsa yang selama ini tidak pandai dalam menjaga dan melindungi kekayaan milik negara tersebut.
Ia menyoroti temuan mengenai banyaknya kekayaan negara yang dicuri dan hilang dari tanah air akibat lemahnya pengawasan. Oleh karena itulah, Kepala Negara mengajak kepada seluruh rakyat Indonesia untuk tidak ragu-ragu dalam menyuarakan kebenaran serta berani mengidentifikasi kesalahan yang merugikan negara tersebut.
“Kita jangan takut, jangan ragu-ragu untuk mengatakan yang benar itu benar, dan yang salah itu salah. Saya dan pemerintah yang saya pimpin tidak akan ragu-ragu untuk melawan segala bentuk korupsi, penipuan, manipulasi, penggarongan atas kekayaan rakyat Indonesia. Saya tidak akan ragu-ragu dan tidak akan mundur setapak pun,” tegasnya.
Prabowo menegaskan komitmennya tersebut karena menangkap harapan besar akan keadilan dan kemakmuran dari sorotan mata setiap orang tua serta para ibu yang hadir dalam acara Mujahadah Kubro Satu Abad NU. Untuk itu, dirinya pun mengajak kepada seluruh elite bangsa untuk bersatu menghilangkan kemiskinan dari Indonesia.
“Apabila kita berani, pandai, bertekad, insyaallah kekayaan kita cukup untuk seluruh rakyat Indonesia hidup dalam keadaan sejahtera. Saya sudah buktikan, pemerintah sudah buktikan, begitu kita ambil alih pemerintahan, kita bisa menjamin pupuk sampai ke semua petani dengan adil dan cukup, dan dengan harga yang kita turunkan,” klaimnya.
Kepala Negara memaparkan salah satu capaiannya adalah swasembada pangan. Ia mengeklaim untuk pertama kalinya dalam sejarah, cadangan beras mencapai angka tertinggi. Sejak 31 Desember 2025, kata dia, Indonesia secara resmi telah mencapai swasembada beras dan diproyeksikan segera disusul oleh komoditas jagung.
Dalam tiga tahun ke depan, Prabowo optimistis Indonesia akan mencapai swasembada pangan secara menyeluruh guna menekan harga pangan bagi rakyat. “Insyaallah dalam tiga tahun lagi kita akan swasembada pangan semuanya, Ibu-ibu sekalian. Kita bertekad menurunkan harga pangan untuk seluruh rakyat Indonesia,” tuturnya.
Terkait kesejahteraan rakyat, Kepala Negara mengungkapkan bahwa pemerintah saat ini telah memberikan bantuan pangan kepada lebih dari 60 juta penerima manfaat melalui proyek Makan Bergizi Gratis (MBG). Target tersebut, kata dia, akan ditingkatkan hingga mencapai 82,3 juta penerima manfaat yang berhak sebelum akhir tahun 2026.
“Kita sudah sampai hari ini memberi makan kepada 60 juta Lebih penerima manfaat di seluruh Indonesia. Dalam waktu kurang dari 1,5 tahun, kita sudah bisa memberi makan kepada 60 juta anak-anak, ibu-ibu, dan orang-orang tua. Dan, insyaallah sebelum akhir tahun 2026 ini, kita akan sampai 82,3 juta yang berhak,” klaimnya.
Selain urusan pangan, Kepala Negara juga bertekad untuk memperluas lapangan pekerjaan melalui percepatan industrialisasi nasional yang masif. Dalam kurun waktu dua hingga tiga tahun ke depan, dia menyampaikan bahwa pemerintah berencana membangkitkan seluruh sektor industri untuk mendorong kemajuan ekonomi yang lebih merata.
Tak hanya itu, lanjut Prabowo, pembangunan jutaan rumah murah bagi rakyat yang membutuhkan juga menjadi salah satu agenda prioritas pemerintah yang akan segera direalisasikan. “Kita sungguh-sungguh ingin menjadi negara maju di mana seluruh rakyat Indonesia menikmati kemajuan dan kehidupan yang layak,” ungkapnya.