BMKG dan Pemprov Jawa Barat Gelar Operasi Modifikasi Cuaca untuk Mitigasi Bencana

BMKG bersama Pemprov Jawa Barat melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) serta TNI Angkatan Udara, resmi memulai Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di wilayah Jawa Barat yang akan berlangsung hingga 29 Januari 2026. Foto: Dok. BMKG

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) serta TNI Angkatan Udara, resmi memulai Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di wilayah Jawa Barat. Operasi ini akan berlangsung mulai tanggal 25 hingga 29 Januari 2026 dengan berpusat di Pangkalan TNI AU (Lanud) Husein Sastranegara, Bandung.

Direktur Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) BMKG, Budi Harsoyo, menjelaskan langkah strategis ini diambil sebagai upaya antisipasi terhadap potensi cuaca ekstrem yang diprediksi akan melanda sejumlah titik di Jawa Barat dalam beberapa hari ke depan. Ia menegaskan bahwa operasi ini bertujuan untuk memitigasi risiko bencana hidrometeorologi, seperti banjir dan tanah longsor, dengan cara meredistribusi atau mengurangi curah hujan tinggi sebelum masuk ke wilayah padat penduduk atau area rawan bencana.

“TNI Angkatan Udara mengerahkan satu armada pesawat Cassa 212 dengan nomor registrasi A-2107 dalam operasi hari ini. Tim melaksanakan sorti satu pada pukul 09.50 WIB dengan fokus menyemai awan di wilayah Jatiluhur. Langkah ini secara spesifik membantu proses evakuasi dan distribusi bantuan logistik di daerah terdampak tanah longsor, khususnya di Desa Pasir Langu, Cisarua,” katanya pada Senin, 26 Januari 2026.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat, Herman Suryatman, menegaskan bahwa Gubernur Jawa Barat menginstruksikan langsung operasi ini sebagai langkah proaktif pemerintah untuk melindungi masyarakat. Ia menegaskan bahwa pemerintah menjalankan operasi ini dengan fokus pada daerah terdampak bencana tanah longsor guna mengendalikan intensitas hujan, sehingga tim di lapangan dapat menjalankan proses evakuasi dan mobilisasi bantuan logistik secara lancar tanpa terkendala faktor cuaca.

“Kami melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca sebagai bentuk antisipasi dan solusi teknis atas arahan Bapak Gubernur. Kami berharap langkah ini mampu mengendalikan intensitas hujan di titik-titik rawan. Kami ingin memastikan tim evakuasi di Desa Pasir Langu bekerja maksimal dan bantuan logistik mencapai warga tanpa hambatan cuaca buruk,” ujarnya.

Meski demikian, dia mengatakan bahwa Pemprov Jawa Barat maupun BMKG meminta masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi meski operasi modifikasi sedang berjalan. Masyarakat juga bisa memperbarui informasi cuaca melalui aplikasi InfoBMKG atau saluran komunikasi resmi pemerintah daerah.

Disamping itu, lanjut Herman, masyarakat juga harus memastikan saluran air di lingkungan sekitarnya bersih dari sampah untuk meminimalisir risiko banjir lokal. Terpenting, kata dia, tetap tenang namun waspada agar dapat selamat dari potensi cuaca ekstrem.

Artikel Lainnya

Polisi Tersangkakan Dua Korban Penembakan PT ABS dan Seorang Petani Perempuan di Pino Raya

BMKG Tegaskan Operasi Modifikasi Cuaca Murni Upaya Mitigasi Bencana Berbasis Sains

Pendakian Gunung Bokong dan Panderman Dibuka Kembali Mulai 29 Januari 2026