Cinta seringkali digambarkan dengan rapi dan logis, padahal pada kenyataannya perasaan manusia jauh lebih berantakan dan destruktif. Di tengah kekeringan narasi yang jujur inilah, Hepilogue hadir melempar bom molotov lewat single terbarunya berjudul “Bermain Api”.
Duo yang terdiri dari Menie pada vokal dan Donny Mendol pada gitar serta sequencer ini tidak sedang mencoba menjadi pahlawan moral. Sebaliknya, mereka melakukan sesuatu yang jauh lebih berani dengan memilih untuk menjadi manusia apa adanya lewat karya ini.
“Bermain Api” bukanlah lagu untuk mereka yang kisah cintanya lurus-urus saja, melainkan sebuah anthem untuk area abu-abu hubungan manusia. Liriknya merupakan tamparan realita tentang fenomena CLBK (Cinta Lama Bersemi Kembali) yang melewati batas aman dan sering disembunyikan di balik filter media sosial.
Menie menyanyikan bagian pengakuan tentang pengkhianatan tersebut dengan nada yang pasrah namun tetap terasa sangat sensual. Ia melantunkan kalimat provokatif: “Ku tahu ku sudah ada yang punya, tetapi cinta mengalahkan semuanya.”
Kekuatan naratif lagu ini terletak pada kejujuran brutalnya dalam menggambarkan konflik batin yang sangat dalam. Ada kesadaran penuh bahwa tindakan tersebut adalah bom waktu, namun ada pula ketidakberdayaan saat melawan arus perasaan yang kuat.
Kejeniusan Hepilogue terletak pada tesis utama mereka yang tertuang pada bagian chorus: “Cinta tak kan salah, keadaan yang berbeda.” Sudut pandang ini memaksa pendengar mengakui fakta tidak nyaman bahwa kita bisa menjadi orang baik namun jatuh cinta pada situasi yang salah.
Secara musikal, Donny Mendol berhasil meracik aransemen gitar dan sequencer yang mendukung ketegangan narasi lagu. Hasilnya adalah musik pop elektronik dewasa yang elegan, layaknya soundtrack menyetir mobil tengah malam sambil mempertanyakan keputusan hidup.
Di era di mana musisi sering takut dihakimi massa, Hepilogue justru berani merangkul ketidaksempurnaan emosi manusia yang kompleks. Mendengarkan lagu ini bukan tentang mencari validasi moral, melainkan untuk merasakan validasi emosional yang tulus.
Karya ini merefleksikan sisi manusiawi tentang keinginan untuk menyalakan korek api di dekat bensin meskipun kita tahu benar risikonya. “Bermain Api” menjadi sebuah pengakuan dosa yang menawan sekaligus provokatif bagi siapa saja yang mendengarnya.
Karya terbaru dari Hepilogue ini sekarang sudah dapat dinikmati melalui berbagai platform musik digital kesayangan Anda. Segera dengarkan dan rasakan sendiri bagaimana sebuah perasaan yang berdosa bisa dibungkus dengan kualitas musikalitas yang mumpuni.