Bahlil Pastikan Stok Pangan, BBM, hingga LPG Aman Jelang Lebaran

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, saat menyampaikan keterangannya kepada awak media di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta usai mengikuti rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto, pada Rabu, 4 Maret 2026. Foto: BPMI Setpres/Cahyo

Presiden Prabowo Subianto menggelar rapat terbatas bersama sejumlah Menteri Kabinet Merah Putih di Istana Merdeka, Jakarta, pada Rabu, 4 Maret 2026. Rapat tersebut dalam rangka untuk memastikan kesiapan sektor energi dan pangan selama Ramadan hingga menjelang Hari Raya Idulfitri atau Lebaran.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menyampaikan bahwa pemerintah telah melakukan pengecekan secara menyeluruh terhadap ketersediaan stok serta stabilitas pasokan energi dan pangan. Ia pun memastikan semuanya aman selama Ramadan ini hingga Lebaran nanti.

“Baik saya maupun Pak Zul (Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, red) sudah menyampaikan kepada Presiden, dari sektor energi maupun pangan terhadap harga-harga juga masih dalam kondisi yang terjangkau,” ungkap Bahlil dalam keterangannya kepada awak media usai mengikuti rapat.

Bahlil menyebutkan bahwa Presiden Prabowo juga memberikan arahan agar seluruh jajaran pemerintah terus memantau perkembangan situasi menjelang Lebaran.
“Terutama menyangkut dengan energi, BBM gak boleh ada langka, kemudian LPG, kemudian pangan juga yang tadi Pak Zul,” jelasnya.

Sementara itu, Zulkifli Hasan memastikan bahwa kondisi pasokan pangan nasional berada dalam situasi aman dan harga tetap terkendali. Sedangkan terkait dampak konflik global terhadap ketersediaan pangan, ia menegaskan bahwa cadangan pangan nasional, khususnya beras, berada dalam kondisi cukup. “Kan kita beras cukup. (Stok) 4 juta, lebih dari cukup,” ungkapnya.

Artikel Lainnya

Bahlil Ungkap Cadangan BBM Indonesia Hanya Bertahan Maksimal 25 Hari

Gandeng Arm Limited, Danantara Target Indonesia Jadi Pemain Industri Chip Global

Indonesia-AS Sepakati Impor Energi USD15 Miliar dan Tambahan Saham Freeport 12%